Kamis, 09 Juni 2011

Sistem Pencernaan pada Manusia


1. Alat Pencernaan

Saluran pencernaan tersusun dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus.

a. Rongga Mulut (Cavum Oris)

Dalam rongga mulut terdapat organ pencernaan lidah, gigi, dan kelenjar ludah.

Lidah
berfungsi untuk membantu mengunyah dan menelan makanan menuju ke kerongkongan.

Gigi
berfungsi untuk menghaluskan makanan. Sehingga gigi dan lidah berfungsi sebagai pencerna mekanik dalam mulut. Gigi seri berfungsi untuk menggigit atau memotong makanan. Gigi taring berfungsi untuk merobek dan mengoyak makanan. Gigi geraham untuk menghaluskan makanan. Struktur gigi berlapis-lapis, yaitu terdiri dari email, tulang gigi, dan rongga gigi. Email, merupakan lapisan pelindung yang keras. Tulang gigi terbuat dari dentin yang tersusun dari kalsium karbonat. Semen gigi berfungsi sebagai pelekat gigi dengan tulang rahang. Rongga gigi berisi saraf dan pembuluh darah. Manusia memiliki dua jenis pertumbuhan gigi. Pada usia balita, tumbuh gigi susu berjumlah 20. Gigi susu, kemudian diganti dengangigi tetap yang berjumlah 32 pada saat usia kurang lebih 12 tahun.

Air ludah
berfungsi untuk membasahi rongga mulut dan membasahi makanan. Pencernaan secara kimiawi pada mulut terjadi dengan bantuan enzim ptialin yang dihasilkan oleh air ludah. Ptialin berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa (karbohidrat sederhana).


b. Kerongkongan (Esofagus)

Fungsi kerongkongan adalah sebagai saluran untuk memindahkan makanan dari mulut ke lambung. Kerongkongan dapat melakukan gerak peristaltik, yaitu gerakan meremas-remas untuk mendorong makanan sedikit demi sedikit ke dalam lambung.

c. Lambung (Ventrikulus)

Lambung merupakan tempat penampungan makanan untuk dicerna secara mekanik dan kimiawi. 

Sedangkan fungsi lambung adalah sebagai berikut :
  1. Menghasilkan pepsinogen. Pepsinogen merupakan bentuk yang belum aktif dari pepsin. Enzim pepsin berfungsi mengubah molekul protein menjadi potongan-potongan protein (pepton).
  2. Dinding lambung menghasilkan asam klorida (HCl) yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme dalam makanan, menciptakan suasana asam dalam lambung, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
  3. Permukaan lambung mengeluarkan lendir yang berfungsi untuk melindungi dinding lambung dari HCl.
  4. Pada bayi, lambungnya menghasilkan dua enzim, yaitu renin, berfungsi untuk menggumpalkan protein susu dan kasein dengan bantuan kalsium dan lipase untuk memecah lemak dalam susu.

d. Usus Halus (Intestinum)

Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). 

Usus dua belas jari, pada bagian ini bermuara saluran dari kantong empedu dan pankreas.

1. Kantong Empedu 
berfungsi untuk menyimpan cairan empedu yang dihasilkan hati. Cairan empedu mengandung garam empedu dan zat warna empedu :
  • Garam empedu berfungsi untuk mengemulsi lemak,
  • zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin) berfungsi memberikan warna kuning pada tinja dan urin.
2. Pankreas
merupakan organ agak pipih yang terletak di bawah lambung. Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung enzim amilase, tripsin, dan lipase
  • Amilase berfungsi untuk menguraikan zat tepung (amilum) menjadi gula (maltosa). 
  • Tripsin menguraikan protein menjadi asam amino. 
  • Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. 
Pada permukaan usus halus dipenuhi jonjot-jonjot usus atau vili yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan sehingga kemampuan menyerap makanan lebih besar.

e. Usus Besar (Intestinum Crasum)

Fungsinya untuk mengabsorpsi air dan mineral, tempat pembentukan vitamin K (dengan bantuan bakteri Escherichia coli), serta melakukan gerak peristaltik untuk mendorong tinja menuju anus. Bakteri Escherichia coli yang terdapat dalam usus besar juga berperan dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi kotoran.

f. Anus

Fungsinya sebagai tempat keluarnya sisa-sisa makanan dari proses pencernaan (feses) keluar dari tubuh.

2. Kelainan pada Sistem Pencernaan

Beberapa gangguan pada sistem pencernaan adalah sebagai berikut :
  1. Gondongan (parotitis epidimika), disebabkan oleh virus. Gondongan bersifat menular yang menyebabkan kelenjar ludah menjadi bengkak, panas, dan nyeri.
  2. Gigi berlubang (karies), disebabkan oleh bakteri jenis Streptococcus yang dapat merubah karbohidrat pada mulut menjadi asam laktat. Asam yang terbentuk lambat laun akan menghancurkan email dan menyebabkan lubang.
  3. Radang usus buntu (apendisitis), karena infeksi bakteriatau zat-zat asing seperti biji yang masuk ke usus buntu.
  4. Sembelit (konstipasi), disebabkan karena berkurangnya pergerakan peristaltik usus besar. Gerakan yang lambat menyebabkan air yang diserap usus menjadi banyak, sehingga tinja menjadi lebih kering, keras, dan bentuknya semakin kecil.
  5. Diare, yaitu bertambahnya kandungan air dalam tinja.Penyebab diare adalah bakteri, virus, dan protozoa, yang menghasilkan racun sehingga proses absorpsi cairan di usus menjadi bekurang. Pertolongan pada diare adalah dengan meminum cairan pengganti ion dan energi yang hilang, misalnya dengan oralit.
  6. Maag, gangguan ini dapat terjadi karena produksi asam lambung berlebih. Gejala dari gangguan ini, yaitu terasa mual dan perih pada lambung.
Sumber Buku Sekolah Elektronik (BSE) 

0 comment:

Posting Komentar