Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Tuesday, 18 April 2017

Sinta

Wanita mungil itu berteriak histeris saat aku mengejarnya. Gang sempit dan sepi itu membuat suaranya semakin jelas terdengar dan memekakan telinga. Namun aku tetap membawa kakiku berlari mengejarnya, sinta, wanita separuh baya yang menolak untuk aku cintai.

"Sinta, jangan pergi!" Sahutku dengan nada parau.

"Jauhi aku mas! jauhi aku!" 

Balasnya dengan tanpa menengok ke arahku, wajahnya masih mencari ujung dari gang sempit itu.

"Kenapa Ta? Aku sayang kamu!" sahutku lagi

"Kenapa kamu ngga juga ngerti. hiks!. Mana mau aku mencintai lelaki yang bahkan tak tau cara mencintai diri sendiri!" 
Timpal sinta dengan nafas yang semakin tersengal. Nafasnya mulai habis. Larinya semakin melambat. Air matanya mengalir semakin deras.

Kakiku tetiba menghentikan larinya, padahal jarakku dengan sinta semakin dekat dan aku nyaris menjamahnya. Namun kata-kata yang keluar disertai dengan tangisannya barusan seolah menamparku dari kejauhan, mengena tepat di pipi kananku.

Sesaat pikiranku tenggelam dalam penyesalan, bahkan setelah sekian lama, setelah aku fikir bahwa aku sudah berhenti menjadi lelaki brengsek, aku tetap tak berubah.

Apa ini alasan mengapa shandra pergi meninggalkanku tiga tahun lalu? Apa ini alasan mengapa di setiap kisah cinta yang aku alami dengan Dinda terasa hampa di dada. Apa harus saat ini aku baru menyadari bahwa aku terlalu mengasihani orang lain hingga lupa mengasihani diri sendiri.

Sunday, 30 October 2016

Khilaf Story #1 Keyboard Gaming


Helo guys!

Setelah sekian lama ngga mengepakkan sayap blog ini, akhirnya di sela-sela waktu nganggur, ane sempetin buat ngepost.

Padahal masih bingung mau post apaan. Ngepost ini-itu terlalu banyak pertimbangan, semisal :
1. Posting Cerita romance yang pastinya bakal lagi dan lagi tentang nadia.
2. Posting Materi Sekolah/Kuliah yang entah sumbernya mau nyatut darimana.
3. Posting Tutorial yang nanti bakalan ditanyain repost darimana.
4. Posting kisah khilaf yang pastinya bikin ane sedih.

Dan pada akhirnya, di sore hari yang mentereng ini. Ane putusin buat Share Cerita Khilaf.

Berawal dari kesukaan ane terhadap dunia games. Yang notabene ane lebih dominan di game PC. Ane mulai masuk di dunia perkhilafan pada equipment gaming. Lah, iya dong. Kalo ente suka maen game, tentunya diharuskan untuk memiliki equipment gaming yang nyaman. Terlebih maen di pc/laptop yang dengan requirement game-game tahun 2010++ memerlukan mouse dan keyboard yang mumpuni. Ente tentunya ngga perlu diribetkan masalah equipment kalo cuman sekedar game mobile di smartphone. Paling cuman earphone/headset itupun kalo gamenya lebih experience di sisi audio.

Dan di page ini, ane akan membahas masalah khilaf keyboard gaming

Soal keyboard, ane mempercayakan kebutuhan gaming pada Powerlogic Armageddon. Dengan dilatar belakangi budget yang minim, ane ambil Keyboard Armaggeddon Keyboard dari toko-toko online di JKT. 

1. Armaggeddon AK-300
Image result for Armageddon AK300
Sumber : images.google.com

Harganya sekitar 200k IDR. Specnya :

* Multimedia keys for direct media functions
* 3-segment gaming keyboard with 124 keys
* Keyboard interface: USB wired
*Cable length: 1.6 meters
* Keyboard Size: 485(L) x213(W) x30(H)[mm]
* Total weight: 750g
* Replacement gaming key caps included.

 Review bisa dilihat di sini

2. Armaggeddon AK-550i (Kalashnikov)
Meningkat pada kebutuhan lain, ane mulai tertarik pada keyboard dengan backlight. Dengan kondisi AK300 ane masih berfungsi dengan baik. Ane kemudian khilaf dengan AK550-i blue light. 
Harganya sekitar 235k IDR. Tapi dari spec, masih lebih empuk AK300. Ini lebih keras dan suaranya lebih berisik. Specnya :
  • USB Multimedia and Gaming keyboard
  • 104 membrane silent key stroke
  • 10 Functions and Multimedia keys on-the-fly
  • Blue LED Backlight improve gaming experience
  • Built-in drainer for water or liquid spill on keyboard
  • 1.5Metre Ultra-Durable cable and Jack.
Buat review, comot kesini

3. Armaggeddon AK-990i
Trend berlanjut, setelah sekedar backlight. Ada muncul keyboard dengan multi light color. Entahlah apa namanya. Lagi dan lagi, dengan kondisi AK-300 dan 550 masih working good. Ane khilaf dengan AK-990i.


Image result for armaggeddon ak 990i

Harganya sekitar 300k. Kali ini designya lebih ramping, nyaris tiada tepi. Tapi masih 104key. Iya, ane masih butuh dengan numkey. Jadi agak riskan buat ngambil keyboard 87key. Dari segi spek, lumayan puas. Tercapai untuk keinginan switch color red-purple-blue. Suaranya masih sama keras dengan 550 dan sekali lagi, terlalu kurus untuk dibawa ngegame.

Buat yang butuh review, check disini

4. Armaggeddon MKA-9C
Khilaf yang baru-baru kemarin. Kembali hanya karena trend, setelah puas di segi backlight color kini masuk ke segi mechanical ditambah dengan hadir variant color RGB. Dengan tidak berfikir panjang, ane merogoh kocek sebesar 780k untuk keyboard ini. Hmm, cuman buat penasaran sama mechanical KB.

Image result for Armageddon MKA-9C
Speechless, masih ngga kuat buat ngetik spek karena kebawa nyesel beli keyboard ini cuman buat ngilangin hawa penasaran doang.
wkwk
Oke, buat yang pengen liat review buat keyboard ini dari blog sebelah. Link Disini

Well, mungkin beberapa dari kalian sempet bertanya-tanya, kenapa dari 1 sampe 4, gw milih armaggeddon semua. Entahlah, gw orangnya monokrom. Kalo udah di satu itu ya itu-itu terus. Makanya sampai sekarang, tentang mencintaipun, maunya kamu terus. *plak

Note : Sampai sekarang, ke 4 KB itu masih rapih di lemari. Dan jarang dipake.

Tips and Trick Microsoft Excel

Beberapa hari yang lalu ane nemu postingan di facebook tentang beberapa trik di ms.excel yang bisa berguna buat bantu kerjaan. Dan sukur-sukur bisa jadi nilai tambah skill ente di dunia kerja.

Check it out guys!










Friday, 22 April 2016

Dinda...

Pada suatu pagi di minggu yang tak begitu cerah, aku duduk termenung di sebuah kursi taman. Taman yang tak begitu luas di utara jakarta.

Berbekal seca...rik kertas dan sepotong pensil, aku berniat untuk melukis sesuatu. Namun telah satu jam berlalu sejak kedatanganku di taman tersebut, tak segaris pun terlukis di kertas yang mulai kusam.

Aku menatap ke arah langit, tak ada satu objek menarik yang dapat ku abadikan. Begitupun dengan segala sesuatu yang ada di taman itu, sekalipun kolam dengan air mancur yang begitu jernih dan bunga warna-warni tak mampu menggerakkan jemari-jemari kecilku.

Aku sejenak menutup mata, mencari-cari sesuatu yang menarik dalam fikiranku. Namun sia-sia, menelusuri isi kepalaku seperti terjerumus ke dalam bayangan-bayangan mantan, hanya ada bangkai-bangkai kenangan yang tak menghubungkan apapun.
Mataku tetiba terbuka ketika sebuah pesan masuk ke handphoneku.

"1 Pesan Diterima dari Sinta."

Kucing-kucing di taman tetiba berlarian ketika mendengarkan aku mengeja kata demi kata pesan yang dikirim Sinta.

"Hay Noovv, Hari ini bisa ketemu?" Isi pesan dari Sinta singkat.

Jantungku berhenti berdetak. Aku kaget setengah hidup. Ya, bagaimana mungkin aku tak kaget. Sinta, mantanku yang hampir 3 tahun tak bertemu. Tetiba mengajak ketemuan.
Aku menggampar pipiku dengan pelan. Memastikan ini bukan mimpi. Jemariku masih kaku di tombol "read". Fikiranku menerka-nerka harus menjawab apa.

"Bisa, dimana?" jawabku

"Di nasi goreng yang biasa yaa. Sejam lagi aku nyampe sana. " Belum ada 5 detik setelah pesanku dia baca, dia membalas pesanku.

Hatiku bertanya-tanya, apakah dia hanya sekedar ingin bertemu apa mau di bayarin nasi goreng jumbo yang harganya 50ribu seporsi itu yaa.. Tauk aja dia kalo duit gejian belum abis.. 

Belum sempat aku membalas pesan dari Sinta, seseorang menutup mataku dari belakang.
Adegan yang mungkin terinspirasi dari film-film romance, dia menutup kedua mataku dengan kedua tangannya.

Tangannya yang ringan dan dingin membuat mataku terasa sejuk. Dengan sigap aku memegangi tangan kanannya dengan tangan kananku. Tak membutuhkan waktu lama untukku mengetahui siapa yang berdiri tepat di belakangku. 

"Dindaaa" Teriakku

"Yaaaah ketauannn" serunya dengan nada manja

"Kamu kok kesini ngga ngajak aku sih?" Tanya Dia sambil duduk di sebelahku.

Dia mengenakan rok biru dan you can see putih. Aroma violet khasnya tercium tak asing di telinga.

Dinda, Adinda Febriana teman udah lama. Kami sudah lama mengenal sejak kelas 1, kemudian satu kampus dan sekarang satu kantor.

Kami begitu dekat, saking dekatnya hingga dia tak menyadari bahwa perasaanku padanya bukanlah sekedar teman akrab yang selama ini dia kira.

Aku memang tak pernah menyatakan perasaanku kepadanya. Seringkali terbersit di benakku, aku sudah cukup bahagia seperti. Karena itulah, aku tak berani beranjak dari zona nyamanku. Meskipun selalu aku takutkan, aku akan kehilangan dia suatu hari nanti.

"Umm.. Aku kebetulan lewat sini aja sih.. " Timpalku dengan nada parau, sambil mataku sesekali mencuri-curi senyuman manisnya.

"Bohong ah kamu Nop. Tuh kamu bawa kertas mau gambar kan? jangan boong sama aku deeh" balas dinda sembari tangan kanannya mencubit kecil pipi kiriku.

"Ehh.. Pinjem hapenya doong.. " Dengan tiba-tiba dita meraih HPku, aku nyaris lupa kalau aku harus membalas pesan dari Sinta..

"Waaahh ini dari Sinta? Sinta yang mantan pacar kamu di sma dulu kaan?" seru dia.

'sial! aku lupa mengganti password hp.." keluhku dalam hati

"Emmm.. i i i yaa" Jawabku singkat

"Kok bisa deket lagi sih? Kok ngga bilang-bilang sama aku?" dia kembali melempar pertanyaan yang menyebalkan..

"Kalau saja kamu tau, betapa menyakitkanya kalimat itu keluar dari seseorang yang aku suka. Din, kapan kamu bisa ngerti sih.. " aku kembali mengeluh dalam hati

Mentari semakin merangkak tinggi dan teriknya mulai menguras peluhku. Butir demi butir keringatku jatuh di secarik kertas yang masih kosong.

Belum sempat aku menjawab tanya dari dinda, begitupun aku tak mampu membalas pesan dari sinta.

Tetiba terlintas di fikiranku, bahwa secarik kertas kosong yang kupegang, tak berbeda jauh dengan hati ku saat ini. Tak bisa melukiskan nama siapapun di dinding hati.

Sunday, 3 April 2016

Takut, takut..

Di pendapa yang cukup luas itu pertama kali kita bertemu, kau berdiri di tepian danau dengan eloknya bersama seorang temanmu. Saat itu aku memperhatikanmu dari arah samping, aku sengaja, aku ingin mengatahui sesuatu.
Rambut hitamu terurai panjang, kau terlihat begitu menawan dengan baju merah itu, seperti bibir merahmu. TInggimu tepat se'pundakku, dan sepertinya tepat bila berdiri disampingku. Walau belum cukup lama aku menatap wajahmu, ku bisa simpulkan kau begitu manis, cantik.
Lebih dari 5 menit aku menatapmu dari dalam pandapa, hanya duduk disana dan memperhatikanmu. Aku ingin menemukan titik jenuh melihatmu, sayangnya hingga 10 menit berlalu, kau tetaplah menarik.
2 menit setelah itu kau pun berlalu, turun ke danau dan bermain dengan perahu kayuh bersama teman wanitamu. Aku masih belum kehilangan tatapanku, masih melihatmu dari kejauhan sampai ekor mataku benar-benar kehilanganmu.
Akupun pergi, beranjak dari sana dan menuju ke bukit. Disana ada mushola yang cukup besar. Aku sejenak beristirahat bersama temanku, sedikit melepas penat bersama kau di fikiranku.
Tetiba mataku menangkap bayangan dari arah samping mushola. Cukup terkaget, disana aku kembali melihatmu. Tepatnya kita kembali bertemu, aku lihat matamu sedikit menatap ke arahku, aku juga lihat senyuman manismu yang kian melebar, manis. Disana, disana kedua kalinya kita bertemu hingga kau kembali berlalu.
Aku hanya bisa tersenyum bodoh, kenapa tak ku datangi dia, tanya siapa namanya. Ah sudahlah
Kembali tiduran di tepi mushola, menatap langit yang begitu indah, biru muda, cerah seperti wajahnya, teduh saat menatapnya.
20 Menit berlalu, aku segera bangit dari pembaringan.
"Ui Uplod Foto dulu, enaknya dimana?"
Tanyaku pada seorang teman yang sedari tadi menemaniku
"Noh dibawah aja, pinggir danau kayaknya enak, sambil makan"
Jawab dia dengan santai.
"yaudah, buruan kesana, udah mulai gerimis"
Akupun bergegas kebawah
Sampai di tengah jembatan, gerimis mulai turun.
Aku tak segera lari seperti orang-orang di sekitar, menikmati dinginnya guyuran hujan sambil sesekali bercanda.
"Woy, kalo misalnya sampe ketemu lagi buat yang ke 3 kalinya, gw mau nyapa ah, harus!"
"Kalo berani, sok aja"
Baru saja tiba di tempat makan, hujanpun turun dengan kian derasnya...
Aku segera turun ke lantai 1 dan baru saja melewati tangga, aku melihat dua makhluk yang sepertinya ku kenal di meja no 1, kursi paling dekat dengan tangga.
Dia, dia yang tadi. Aku hampir melangkahkan kaki untuk kembali keatas, namun naluriku sebagai lelaki membutaku tetap berjalan ke kursi paling ujung, paling jauh dari meja no 1.
Aku duduk disana, sangat jauh dari dia. Aku hanya mengingat-ngingat kata-kataku beberapa menit yang lalu, aku bertemu kembali dengannya untuk ketiga kalinya, dan aku harus menyapanya, tapi kenapa sekarang aku tak berani. bahkan seperti malu-malu berada disana, aku takut bila menyapanya, kenapa? kenapa harus takut?
Kau harus tau, aku sedang menyukai seorang teman di sekolahku. Sangat jauh disana, hamun sampai disini sekalipun aku masih tetap mengingatnya. lalu apa hubungannya? Nah bagaimana jika kedua orang tersebut kenal dengan dia? Dan jika aku menyapa mereka dan berkenalan dan lebih dari itu, atau hanya sekedar kenal dan ternyata mereka kenal dengan temanku itu, banyak hal bisa terjadi kan? Aku hanya takut, sedikit takut.
Tapi, aku harus memegang kata-kataku sendiri. Tapi, tapi...

 
×
ISUZU ELF NMR