Thursday, 7 April 2011

Table Manner

1.     Etika Makan (SOURCE 1)
Etika makan atau Table Manners adalah aturan yang harus dilakukan saat bersantap bersama di meja makan.
Etika makan diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan aturan standar terutama saat bersantap bersama-sama di sebuah acara resmi atau acara makan bersama di keluarga besar.
Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, yaitu :
  • Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan
  • Berbicara dengan volume suara yang rendah
  • Tutupi mulut saat batuk atau bersin
  • Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi
  • Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan
  • Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan
  • Jangan mengejek atau memberitahu seseorang bahwa dia memiliki etika makan yang buruk
  • Jangan bersendekap di meja makan
  • Selalu meminta ijin ke empunya acara saat akan meninggalkan meja makan
  • Jangan menatap mata orang lain saat dia sedang makan
  • Jangan berbicara di telepon di meja makan. Meminta ijinlah saat anda benar benar harus menjawab telepon, dan meminta maaflah saat kembali.
  • Jangan menimbulkan suara saat memakan sup
  • Letakkan garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah jam 5 di atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam. Ini menandakan bahwa anda telah selesai makan.
  • Lap yang disediakan di atas meja tidak boleh digunakan
  • Jangan menghilangkan ingus dengan lap tangan. Lap yang disiapkan untuk anda hanya untuk membersihkan mulut bila kotor
  • Jangan mengambil makanan dari piring orang lain dan jangan memintanya juga
  • Telan semua makanan yang ada di mulut sebelum minum
  • Jangan menggunakan tangan saat mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut, gunakan tusuk gigi
  • Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan
  • Tawarkan ke orang di sebelah anda saat anda akan menuangkan minuman ke gelas anda
  • Sisakan makanan sedikit bila anda tidak ingin atau tidak sanggup menghabiskan makanan
  • Tunggu ada aba-aba untuk mulai memakan makanan yang dihidangkan
  • Menambahkan bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki
  • Kecuali di restoran, jangan minta untuk menyingkirkan sisa makanan anda kecuali acara makan sudah selesai dan jangan pernah melakukan bila diundang ke acara formal.
  • Jangan lupakan satu hal yang umum, jangan lupa untuk selalu mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan

2.     MENGENAL ‘TABLE MANNER’ (SOURCE 2)

Aktivitas makan bisa menunjukkan identitas atau kebudayaan kita.
Di Indonesia, misalnya, kita terbiasa makan dengan sendok dan garpu, atau dengan tangan saja. Di negara lain, makan nasi tanpa sendok-garpu mungkin dianggap jorok. Namun, secara umum ada aturan mendasar mengenai tata cara makan. Bagaimana cara Anda makan dan berperilaku di meja makan masih penting untuk diperhatikan, begitu menurut Nicholas Clayton dari The Guild of Professional English Butlers. Mengingat kita juga sering menghadiri jamuan makan dalam urusan pekerjaan atau bisnis, atau setidaknya bersantap di restoran fine dining, tak ada salahnya kita ingat lagi sopan-santun di meja makan:
1.  Nasi di piring masih mengepul, atau kuah sop buntut di mangkuk terasa mengiris lidah Anda?
Biarkan makanan dingin dengan sendirinya.
Jangan meniup nasi yang masih ada di piring untuk mendinginkannya.
Untuk kuah sup, boleh ditiup sebentar setelah disendok dan didekatkan ke mulut.
2. Jangan memuntahkan makanan (entah karena rasanya tidak enak, atau ada duri ikan di dalamnya) ke serbet makan.
Ambil makanan tersebut dengan sendok atau garpu, lalu sisihkan di pinggir piring Anda.
3. Jangan berbicara ketika mulut Anda sedang penuh makanan.
Selain makanan bisa meloncat ke luar, apa yang Anda ucapkan pun kurang jelas didengar.
4.  Saat menikmati steak, pisau dan garpu tidak dipegang dengan cara seperti memegang sendok dan garpu.
Peganglah pisau dan garpu dengan telunjuk tangan berada di atas. Dengan cara ini, tekanan pisau dan garpu ke daging lebih kuat. Selain itu, jangan menunjuk-nunjuk lawan bicara ketika tangan masih memegang pisau.
5.  Serbet memang disediakan untuk mencegah pakaian Anda terkena noda makanan yang jatuh.
Karena itu, letakkan di pangkuan Anda. Serbet juga bisa digunakan untuk membersihkan sudut bibir yang terkena remah makanan. Namun, jangan digunakan untuk mengelap gigi atau lipstik Anda.

6. Untuk memotong roti (yang menjadi teman makan sup), jangan menggunakan pisau.
Gunakan jari-jari Anda. Potong dengan ukuran yang sesuai untuk langsung dimakan. Jika ingin memberinya mentega, oleskan mentega pada potongan yang akan disuapkan ke mulut. Untuk sandwich atau roti bakar, Anda boleh memotongnya dengan pisau.
7. Jangan menambahkan bumbu pelengkap seperti garam, sambal, atau kecap, bila Anda belum mencicipi makanan yang disajikan.
Apalagi jika Anda sedang dijamu di rumah seorang teman. Tuan rumah bisa merasa tersinggung karena makanannya dianggap kurang enak.
8. Ketika Anda selesai makan, rapikan pisau dan garpu, atau sendok dan garpu, dalam posisi vertikal, berjajar.
Boleh juga dengan menyilangkan sendok dan garpu dalam posisi tertutup.
9. Tidak meletakkan sampah makanan -seperti tulang atau cangkang kepiting- di atas meja makan.
Mintalah piring kosong pada waiter untuk menaruh tulang atau sisa makanan. Selamat menikmati makanan Anda.


3.      TABBLE MANNER (SOURCE 3)
Memahami aturan tata krama di meja makan alias table manner adalah bagian dari pengetahuan standar setiap orang. Meski demikian banyak pernak-pernik yang membedakan sistem table manner, sesuai dengan adat kebiasaan masing-masing negara.
Untuk masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan profesional, table manner paling banyak diadopsi dari standar Amerika. Meski tentu saja tetap dicampur dengan adat kebiasaan orang Indonesia itu sendiri.
Aturan-aturan pokok tata cara di meja makan ini terdiri atas 3 yang utama yakni, pertama sebelum makan, kedua tata cara menggunakan perlengkapan makan, dan yang ketiga saat makan sedang berlangsung.
Sebelum Makan
  • Pastikan tempat dan jenis undangan makan yang akan Anda datangi, hal ini untuk menyesuaikan busana yang hendak Anda kenakan. Apakah sifatnya formal, ataupun santai dengan busana casual. Meskipun Anda penggemar berat asesori berupa topi, hindarkan penggunaan topi ini selama makan siang ataupun malam yang resmi.
  • Tanyakan kepada tuan rumah maupun pengundang tentang posisi tempat duduk Anda, apakah bebas, ataukah ditentukan. Ketika Anda sudah duduk, dan ada tamu lain yang datang maka Anda cukup mengangguk memberi hormat, siapapun tamunya, apakah itu pria maupun wanita. Sementara untuk tata cara Amerika, para pria harus berdiri apabila ada tamu wanita yang hadir ataupun meninggalkan meja makan.
  • Doa maupun sepatah sambutan dan ucapan dari pihak pengundang biasanya dilakukan sebelum acara makan dimulai. Toast pun tak jarang dijadikan awal pembuka acara makan.
  • Tidak memulai makan sampai semua tamu hadir, dan makanan tersaji lengkap di depan masing-masing tamu, dan mereka sudah mengambil makanan di atas piring masing-masing. Atau juga sebelum tuan rumah mempersilakan. Aturan Amerika lebih ketat, semua akan mengambil sendok dan garpunya apabila tuan rumah sudah melakukannya terlebih dahulu.Selalu letakkan serbet kain yang tersedua di pangkuan Anda, jangan tempatkan di dada Anda.
Penggunaan Peralatan Makan
  • Satu set peralatan makan berupa garpu, sendok, pisau biasanya tersedia di masing-masing hadapan Anda. Bentuk dan ukurannya beragam, dibedakan atas jenis makanannya, apakah itu untuk hidangan pembuka (appetizer), hidangan utama (main course) ataupun untuk hidangan penutup (dessert).
  • Tidak perlu cemas untuk salah penggunaan, karena biasanya untuk hidangan pembuka dan penutup, perlengkapannya lebih kecil dari hidangan utama. Yang terkecil ukuran sendok, pisau dan garpunya adalah untuk hidangan penutup.
  • Beberapa tuan rumah maupun rumah makan biasanya menyusun peralatan makan ini dengan cara meletakkan peralatan terluar untuk hidangan pembuka, lalu hidangan pembukanya dengan peralatan di bagian susunan tengah, dan bagian terdalam sisi kanan dan kiri piring Anda adalah alat untuk menikmati hidangan penutup. Sementara apabila di restoran tertentu, peralatan yang diletakkan di meja hanya untuk hidangan utama, sementara peralatan untuk hidangan pembuka dan penutup akan disajikan bersamaan dengan penyajian hidangannya.
  • Demikian juga untuk gelas yang tersedia di depan Anda, apabila tersedia lebih dari satu, maka kemungkinan besar salah satunya adalah gelas untuk wine. Apabila wine disajikan oleh pramusaji, maka Anda cukup mengatakan pada pramusaji apabila Anda ingin meminumnya, dan pramusaji akan langsung menuangkannya pada gelas wine yang tersedia. Biasanya gelas wine paling dekat dengan piring Anda, dan gelas air putih berada di sebelah kirinya.Sementara untuk cangkir kopi maupun teh berada di sebelah kanan perlengkapan makan yang sudah disetting.
Selama Makan
  • Jika hidangan tersaji di depan meja dan Anda harus bergantian mengambilnya, maka pastikan Anda tidak menumpuk semua makanan dalam satu waktu.
  • Sementara apabila dihidangkan satu persatu, maka pastikan juga Anda memberikan informasi yang jelas atas hidangan yang ditawarkan. Jika Anda berkenan Anda bisa mengatakan ”Yes, please” (Ya, silakan) dan pramusaji akan meletakannya di piring Anda, atau “No, thank you” (Tidak, terimakasih), maka makanan itu tidak akan ditempatkan di piring Anda. Jangan asumsikan jawaban Anda dengan menggangguk atau menggeleng, karena pramusaji bisa salah menterjemahkannya.
  • Cicip makanan terlebih dahulu sebelum menambahkan garam ataupun merica ke makanan Anda. Jika ada tamu lain di sebelah Anda meminta tolong untuk mengulurkan garam atau lada, maka pastikan 1 set bumbu ini (keduanya) Anda ambilkan. Biarkan tamu tersebut memilih sendiri bumbu tambahannya, dan Anda tidak perlu menerka-nerka yang mana botol garam, dan mana pula yang lada.
  • Menikmati sup dan makanan lain hendaknya jangan sampai berbunyi mengecap ataupun suara menyeruput keras dari mulut Anda. Meskipun di beberapa negara lain mengeluarkan bunyi-bunyian dari mulut saat makan di anggap sebagai bagian dari penghormatan.
  • Sampaikan kata “Excuse me,” (Permisi), ketika Anda meninggalkan meja untuk menuju restroom sejenak.
  • Jangan menggunakan handphone Anda untuk bertelepon ria atau ber-sms, selama acara makan berlangsung. Apabila mendadak ada panggilan penting, maka Anda harus undur sejenak dari meja makan tersebut.
  • Bila di Amerika akhir makan ditandai dengan meletakkan peralatan makan di samping kanan piring dengan cara menelungkupkannya, maka di Indonesia, Anda tetap bisa meletakkan di atas piring Anda, dan memberitahukan pramusaji untuk membereskan dan mengambil piring dan peralatan tersebut.

0 comment:

Post a Comment

 
×
ISUZU ELF NMR