Selasa, 26 April 2011

Biologi_KEANEKARAGAMAN HAYATI (Biodiversity)

KEANEKARAGAMAN HAYATI

(Biodiversity)

Keanekaragaman hayati tumbuh dan berkembang dari keanekaragaman jenis, keanekaragaman genetis dan keanekaragaman ekosistem. Karena ketiga  keanekaragaman ini saling kait-mengkait dan tidak terpisahkan, maka dipandang sebagai satu keseluruhan (totalitas) yaitu keanekaragaman hayati.
Keanekaragaman hayati menunjukkan adanya berbagai macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada berbagai tingkat gen, tingkat jenis dan tingkat ekosistem.

a. Keanekaragaman jenis
Manusia dalam mengenal adanya keanekaragaman makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dapat diamati dan juga mungkin tingkah laku, penampilannya, makanannya dan cara perkembangbiakannya, habitatnya serta  interaksinya dengan makhluk lain.
Pada tumbuhan yang dapat diamati misalnya tempat tumbuhnya, batangnya, daunnya, bunganya, serangga yang mengunjunginya serta burung yang bersarang di dalamnya.

b. Keanekaragaman genetis/gen/genetika
Setiap populasi mempunyai sifat genetik tertentu. Individu-individu sejenis ini mempunyai kerangka dasar komponen genetis yang sama (kromosomnya sama tetapi memiliki komponen faktor keturunan yang berbeda).
Misal :     rasa manis dan asam pada mangga
                warna kuning, merah dan putih pada biji jagung
Keanekaragaman gen menentukan keanekaragaman jenis individu, meski jenisnya sama tetapi memiliki gen yang tidak sama bila dibandingkan dengan individu lain dalam kelompok tersebut.

c. Keanekaragaman ekosistem
Ekosistem merupakan satu kesatuan lingkungan yang melibatkan faktor biotik (makhluk hidup) dan faktor abiotik (mineral, udara, air, tanah dll.) yang  berinteraksi satu sama lain. Indonesia memiliki makhluk hidup yang bervariasi, sehingga ekosistem yang terbentuk juga beragam.
misal :
- ekosistem bahari
- ekosistem hutan bakau
- ekosistem hutan rawa air tawar
- ekosistem danau
- ekosistem pertanian.

Klasifikasi

Ilmuwan mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan, baik morfologi, fisiologi maupun anatominya. Makin banyak persamaan di antara makhluk hidup makin dekat kekerabatannya, makin sedikit persamaan makhlik hidup dikatakan makin jauh kekerabatannya.
Dalam tatanama makhluk hidup telah disepakati penggunaan sederet takson yang disusun dari yang beranggota besar (sedikit persamaan ciri) ke yang beranggotakan kecil (banyak persamaan ciri). Untuk setiap katagori atau tingkat takson diberi nama tertentu, yaitu :
- dunia                     : regnum/ kingdom/ kerajaan
- devisi/ filum          : devisio/ phyllum
- kelas                      : classis
- bangsa                   : ordo
- suku/ famili           : famillia
- marga                    : genus
- jenis                      : species
Para ahli dulu membagi makhluk hidup menjadi 2 dunia, yaitu  dunia tumbuhan dan dunia hewan. Sekarang ilmuwan membagi makhluk hidup menjadi 5 dunia, yaitu dunia monera, protista, fungi, plantae (tumbuhan) dan animalia.
ad.1.   Monera
Organisme bersel satu dan bersifat prokaryotik (tidak berselaput inti).
contoh : bacteri dan algae biru
ad.2.   Protista
Organisme bersel satu yang bersifat eukaryotik (sudah berselaput inti).
contoh : protozoa, algae, jamur yang bersel satu
ad.3.   Fungi (jamur)
Organisme yang tubuhnya terbentuk dari benang-benang hifa.
contoh : mycota dan eumycota
ad.4.   Plantae (tumbuhan)
Merupakan organisme multiselluler dan bersifat eukaryotik, dinding sel terbuat dari selulosa, mempunyai kloroplas.
contoh :        - Algae (ganggang)
                                - Bryophyta (lumut)
                                - Pteridophyta (tumbuhan paku)
                                - Spermatophyta (tumbuhan biji)                 
ad.5.   Animalia (hewan)
Dibahas pada bab berikutnya

Sistem klasifikasi

Terdiri dari :
a.     Sistem artifisial (buatan)  
Dasar klasifikasi yang menggunakan sifaf-sifat morfologi terutama alat reproduksi, habitat atau perawakan.
misal : tanaman pohon, perdu, herba, semak, gulma atau liana.
b.     Sistem alam
Dasar klasifikasi yang digunakan adalah banyak sedikitnya persamaan, terutama persamaan sifat morfologi.
misal :
sapi, buaya, gajah, kuda termasuk hewan berkaki empat
padi, gandum, jewawut termasuk tumbuhan berbulir
c.     Sistem filogenetik
Dasar klasifikasi yang digunakan adalah urutan perkembangan serta jauh dekatnya kekerabatan antar takson, selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatominya.

Tatanama binner

Tatanama binner/ dwi tatanama/ binomial  nomenklatur  adalah  pemberian nama makhluk hidup dengan menggunakan dua kata yang dilatinkan yang dipelopori oleh Carolus Linnaeus (1707 -1778).
Cara-caranya :
1.  Untuk nama species (jenis) :
- nama species terdiri dari dua kata tunggal yang dilatinkan.
- kata depan menunjukkan nama marga, kata belakang menunjukkan nama spesies.
- nama marga mulai ditulis dengan huruf besar, sedang nama species dimulai dengan huruf kecil.
- nama marga dan jenis digarisbawahi secara terputus atau dicetak miring.
        cth :                 Rhinoceros sondaicus (badak jawa)
                Havea brasikensis  (karet)
                Elephas indicus (gajah)
                Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu)
                Felis maniculata-domestika (kucing jinak)
2.  Untuk nama famili (suku) :
Nama suku diambil dari nama marga yang bersangkutan.
- Untuk tumbuhan :
  nama marga + akhiran aceae
  contoh :- Solamum lycopersicum (tomat)
                 Solanum + aceae à   fam: Solanaceae
               - Marchantia polymorpha (lumut hati)
                 Marchantia + aceae à fam: Marchantiaceae
- Untuk hewan :
  nama marga + akhiran idae
  contoh : - Felis tigris (harimau india)
                  Felis + idae à fam: Felidae (kucing)
                - Columba livea (merpati)
                  Columba + idae à fam: Columbidae
3.  Untuk nama ordo (bangsa) :
Nama ordo umumnya diambil dari nama marga yang bersangkutan.
- Untuk tumbuhan :
  nama marga + akhiran ales
  contoh : - Sphagnum fimbriatum (lumut gambut)
                  Sphagnum + ales  à ordo: Sphagnales
- Untuk hewan :
  nama marga + akhiran iformis
  contoh : - Columba livea (merpati)
                  Columba + iformis à ordo: Columbiiformis  

Klasifikasi  Tumbuhan

a). Devisi Algae (ganggang)
Uniseluller  atau multiseluller, hidup berkoloni, tubuh berupa lembaran (filamen).
Algae terdiri dari 4 kelas :
- Rhodophyta (alga merah)
- Phaeophyta (alga perang / coklat)
- Chlorophyta (algae hijau)
- Chrysophyta (algae keemasan)
b). Devisi Bryophyta (lumut)
Terdiri dari 2 kelas :
- Hepaticae (lumut hati)
  berklorofil, daun sederhana, batang sederhana, belum ber-akar yang sebenarnya (rhizoid) atau belum dapat dibedakan akar batang dan daun.
contoh :           Marchantia polymorpha
                           Marchantia geminata
                           Reobulia hemispherica
- Musci (lumut daun)
jelas batang dan daun tetapi akar belum sempurna (rhizoid).
contoh :           Spagnum fimbriatum
                           Pogonatum cirrhatum
c). Devisi Pteridophyta (tumbuhan paku)
sudah dapat dibedakan akar, batang, daun serta sudah memiliki sistem pembuluh.
Terdiri dari 4 kelas :
1. Psiophytinae
    contoh :          Psilotum nodum
2. Equisetinae (paku ekor kuda)
    contoh :          Equisetum debile (paku ekor kuda)
3. Lycopodinae (paku kawat)
    contoh :          Lycopodium clavatum
                           Lycopodium cernuum
                           Selaginella willdonovii
4. Filicinae (paku sejati)
         contoh :          Gleichenia linearis (paku resam)
                           Asplenium nidus (paku sarang burung)
                           Adiatum cuneatum (suplir)
                           Platycerium bifurcatum (p. tanduk rusa)
                                Marsilea crenata (semanggi)


d.  Devisi Spermatophyta (tumbuhan biji)
Terdapat adanya bunga, menghasilkan biji sebagai sebagai alat perkembangbiakan, alat kelamin jantan dan betina terpisah.
Terdiri dari 2 sub devisi :
1.  Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)
Berakar tunggang, akar batang berkambium, terjadi pembuah-an tunggal.
Terdiri dari 4 kelas :
- Pteridospermae (paku biji), sudah punah
- Cycadinae
   contoh :     Cycas rumphii (pakis haji)
- Coniferae
   contoh :     Agathis alba (damar)
                     Pinus merkusi (pinus/tusam)
                     Casuarina sp (Cemara)
- Gnetinae
   contoh :     Gnetum gnemon (melinjo)
2.  Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)
Memiliki bunga yang  sesungguhnya,  bakal biji tidak terlihat karena  terlindung dalam bakal buah atau putik, terjadi pembuahan ganda.
Terdiri dari 2 kelas :
-    Dicotylae (berkeping dua) :
     berbiji tertutup, berakar tunggang, bercabang banyak, daun pada batang tersebar, tulang daun menyirip atau menjari, berkambium, bagian bunga berjumlah 2,4,5 atau kelipatannya.
     contoh :
                   - Manihot utilisima ( ketela pohon)
                   - Fiscus benyamina (beringin)
                   - Vigna sinensis (kacang panjang)
                   - Arachis hypogeae (kacang tanah)
                   - Tamarandus indica (asem)
                   - Tectona grandis (jati)
                   - Citrus nobilis (jeruk keprok)
                   - Artocarpus integra (nangka)
                   - Gossypium herbaceum (kapas)
                   - Eugenia malacensis (jambu bol/mete)
                   - Psidium guajava (jambu biji)
                   - Solanum tuberosum (kentang)
-    Monocotylae ( berkeping satu) :
berakar serabut, ruas batang nyata, tulang daun sejajar atau melengkung, tidak berkambium, bagian bunga 3 atau kelipatnnya.
contoh :
- Oryza sativa (padi)
- Curcuma domestica (kunyit)
- Musa paradisiaca (pisang)
- Cocos nucifera (kelapa)
- Zea mays (jagung)
- Zingiber officinale (jahe)
- Alpinia galanga (laos)
- Colocasia esculenta (tales)
- Triticum sativum (gandum)
- Saccharum offinarum (tebu)
- Allium cepa (bawang merah)
Contoh :
1.  Klasifikasi Pisang (Musa paradisiaca)
   Dunia              : Plantae
   Devisi             : Spermatophyta
   Sub.devisi       : Angiospermae
   Kelas               : Monocotylae
   Bangsa            : Musales
   Suku                : Musaceae
   Marga             : Musa
   Jenis                : Musa paradisiaca

2.  Klasifikasi Waru (Hibiscus tiliaceus)
   Dunia              : Plantae
   Devisi             : Spermatophyta
   Sub.devisi       : Angiospermae
   Kelas               : Dicotylae
   Bangsa            : Malvales
   Suku                : Malvaceae
   Marga             : Hibiscus
   Jenis                : Hibiscus tiliaceus
3.  Klasifikasi Kapuk randu (Ceiba petandra)
   Devisio           : Spermatophyta
   Sub.devisio     : Angiospermae
   Classis            : Dicotylae
   Ordo               : Malvales
   Famillia           : Bombaceae
   Genus             : Ceiba
   Species            : Ceiba petandra
4.  Klasifikasi Padi (Oryza sativa)
   Devisio           : Spermatophyta
   Sub.devisio     : Angiospermae
   Classis            : Monocotylae
   Ordo               : Poales (Glumiflorae)
   Famillia           : Poaceae
   Genus             : Oryza
   Species            : Oryza sativa   

Klasifikasi Hewan

Terdiri dari 10 filum :
- Filum Protozoa (hewan pertama)
- Filum Porifera (hewan berpori)
- Filum Coelenterata (hewan berongga)
- Filum Platyhelminthes (cacing pipih)
- Filum Nemathelminthes (cacing gilig)
- Filum Annelida (cacing cincin/ gelang)
- Filum Mollusca ( hewan bertubuh lunak)
- Filum Arthropoda (hewan berbuku-buku)
- Filum Echinodermata (hewan berkulit duri)
- Filum Chordata (hewan yang memiliki tali sumbu tubuh)
   Chordata terdiri dari 2 sub filum :
- Protochordata (hewan yang memiliki notochordata)
  contoh : Amfioxus
- Vertebrata (hewan yang bertulang belakang)
  Terdiri dari 5 kelas :
  - Pisces
  - Amphibia
  - Reptilia
  - Aves
  - Mamalia
Contoh :
1.  Klasifikasi Manusia (Homo sapiens)
   Dunia              : Animalia
   Filum              : Chordata
   Sub.Filum       : Vertebrata
   Kelas               : Mamalia
   Bangsa            : Primata
   Suku                : Hominidae
   Marga              : Homo
   Jenis                : Homo sapiens
2.  Klasifikasi Harimau india (Felis tigris)
   Regnum           : Animalia
   Phyllum          : Chordata
   Sub.Phyllum   : Vertebrata
   Classis            : Mamalia
   Ordo               : Carnivora
   Famillia           : Felidae
   Genus             : Felis
   Species            : Felis tigris
 

by. teddy

0 comment:

Reactions: 

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates