Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Senin, 21 Januari 2013

Pura pura!


Matahari sore berlalu baru saja, malam mulai menyingkapkan tabir gelapnya bersama hawa dingin yang menusuk tulang sendi. Langit nampak mendung namun tak menampakkan tanda tanda akan turun hujan. Adzan Maghrib tengah 

berkumandang namun beberapa pasang mata masih asyik duduk dibawah pohon Palma di Patung Kodok Zamrud. 

Suasana sore itu ramai dengan pedagang dan anak-anak remaja yang sedang asik menikmati sore lalu yang sudah 

biasa disana.  Jalanan ramai lancar dengan kendaraan bermacam-macam jenis dan model, dari mulai sepeda 

sampai truk.

"Laa ilahailallaaaaaaah...."
Adzan baru saja berkumandang namuan tak ada satupun dari mereka yang menghiraukan panggilan Tuhan itu. 

Mereka masih sibuk dengan aktifitasnya, berdagang, makan dan minum, bercanda bersama teman-temannya.

Aku baru saja mengambil air wudhu bersama 3 orang lelaki tua yang telah berumur. Masjid besar diseberang 

tempat hiburan itu terlihat sepi, didalamnya hanya ada 11 orang, 3 orang termasuk aku di toilet dan 5 orang yang 

baru saja datang dan memarkirkan motornya di parkiran, sungguh sebuah ironi.

Aku baru saja melangkahkan kaki kanan di lantai masjid dan tiba tiba

"Awas minggir" Seseorang berteriak dengan keras di gerbang masjid.
Ternyata sebuah truk pasir dengan kecepatan tinggi berlari menuju gerbang masjid, aku panik namun tak tau harus 

berbuat apa. 5 oang yang ada diparkiran tadi segera lari terbirit-birit.
Truk itu menabrak gerbang dan mengarah ke mesjid, hanya tinggal 50M dari tempat aku berdiri. mungkin hanya 4 

detik lagi akan menghantam mesjid. Tapi Kakiku tak bisa bergerak

"Ah kenapa ini kakiku, aku harus lari, harus-harus"

--- Bersambung

Klise

"Ini bukan tentang aku, bukan tentang kamu, ini tentang kita!"

Seorang gadis bersuara lantang itu sepertinya sedang memarahi seseorang, dia berdiri didepan pintu rumahnya berbicara dengan nada sedikit membentak kepada seseorang didalam rumah.

Entah siapa yang ada dibalik pintu tersebut, sepertinya pacarnya atau mungkin dia sedang berdialog untuk latihan drama.

Aku memegangi pagar besi lantai 2 sebuah rumah yang tepat berada didepan rumah wanita tersebut. Memandang dia dari arah belakang, menikmati suasana menegangkan tersebut. Aku baru saja 5 detik berdiri disana, dan langsung menyaksikan hal itu.

"Kamu emang selalu egois!"

Wanita itu kembali berteriak dan berlari keluar rumah, dia sempat melihat aku yang sedari tadi memperhatikannya dari atas sini namun sepertinya dia tidak peduli.

"Crek, ctak, bum bum"

Wanita itu memacu motor Honda Beatnya dengan kencang, dan dia berlalu.

"Hmm apa yang barusan terjadi, ah biarkan saja." Fikirku dalam hati.

Aku segera masuk ke ruangan tengah dan tiba tiba saja terdengar teriakan lagi dari luar.

"Ini bukan tentang aku, bukan tentang kamu, ini tentang kita!"

Seorang gadis bersuara lantang yang tadi kembali ada disana, sepertinya sedang memarahi seseorang, dia berdiri didepan pintu rumahnya berbicara dengan nada sedikit membentak kepada seseorang didalam rumah.

Entah siapa yang ada dibalik pintu tersebut, sepertinya pacarnya atau mungkin dia sedang berdialog untuk latihan drama.

Aku memegangi pagar besi lantai 2 sebuah rumah yang tepat berada didepan rumah wanita tersebut. Memandang dia dari arah belakang, menikmati suasana menegangkan tersebut. Aku baru saja 5 detik berdiri disana, dan langsung menyaksikan hal itu.

"Kamu emang selalu egois!"

Wanita itu kembali berteriak dan berlari keluar rumah, dia sempat melihat aku yang sedari tadi memperhatikannya dari atas sini namun sepertinya dia tidak peduli.

"Sayang, aku gak bermaksud seperti itu. Itu cuma saah faham! Aku bisa jelaskan semuanya"Ada seorang pemuda yang berteriak dari dalam rumah.

"Crek, ctak, bum bum"

Wanita itu memacu motor Honda Beatnya dengan kencang, dan dia berlalu.

"Hmm apa yang barusan terjadi, ah biarkan saja." Fikirku dalam hati.

Aku segera masuk ke ruangan tengah dan tiba tiba saja terdengar teriakan lagi dari luar.

"Ini bukan tentang aku, bukan tentang kamu, ini tentang kita!"Seorang gadis bersuara lantang yang tadi kembali ada disana,sepertinya sedang memarahi seseorang, dia berdiri didepan pintu rumahnya berbicara dengan nada sedikit membentak kepada seseorang didalam rumah.

Entah siapa yang ada dibalik pintu tersebut, sepertinya pacarnya atau mungkin dia sedang berdialog untuk latihan drama.

Aku memegangi pagar besi lantai 2 sebuah rumah yang tepat berada didepan rumah wanita tersebut. Memandang dia dari arah belakang, menikmati suasana menegangkan tersebut. Aku baru saja 5 detik berdiri disana, dan langsung menyaksikan hal itu.

"Kamu emang selalu egois!"

Wanita itu kembali berteriak dan berlari keluar rumah, dia sempat melihat aku yang sedari tadi memperhatikannya dari atas sini namun sepertinya dia tidak peduli.

"Maaf Sayang, aku gak bermaksud seperti itu. Itu cuma salah faham! Aku bisa jelaskan semuanya" Terdengar

suara lelaki dari dalam rumah.

Kemudian seorang pemuda berlari dari dalam rumah, menarik tangan wanita itu dengan gesit dan memeluknya.

"Maaf sayang"

Lelaki itu memeluknya dengan sangat erat dan dia meneteskan air mata.

"Hmm apa yang sedang terjadi, aku tak ingin membiarkannya berlalu begitu saja." Fikirku dalam hati.Aku mengambil sebuah helm yang ada di pojok ruangan, menggenggam tepiannya dengan sangat erat kemudian melemparkannya kearah dua orang yang sedang berpelukan itu.

"Brak!"

----Bersambung

Jumat, 18 Januari 2013

Untuk Negeri Ini

Satu thread yang masih hangat di siang hari ini adalah mengenai Banjir Dahsyat yang melumpuhkan Ibukota minggu ini. Ada beberapa hal yang muncul di benak, misalnya mengenai Dua Korban yang terjebak di Basement UOB.

Mengapa begitu sulitnya mencari 2 orang korban? Pernahkah anda menonton Film Action Barat dimana dengan mudahnya mengambil mayat maupun orang hidup yang terjebak disuatu puing atau didasar lautan? Disana ada sebuah benda yang bisa mendeteksi Panas suhu tubuh manusia, dan bisa dengan cepat mengetahui Objek Hidup di sebuah Tempat. Tak perlu lama kan? Penyelam dapat cepat mengetahui posisi Korban. Lalu bagaimana di kasus kemarin? sampai berhari-hari dan salah seorang korban meninggal. Apa yang salah?

Apa begitu sulitnya memiliki teknologi semacam itu? ada lagi?
Mengenai kasus Pencurian hasil bumi di Lautan Indonesia, Petugas sampai kesulitan mencari pelaku kejahatan. Apa yang kurang? apa yang perlu ditambahkan? Tekonologi kan?
Apabila dalam sebuah Pos Penjagaan di sebuah Lautan yang marak da rawan terjadi kasus pencurian Hasil Bumi terdapat sebuah Helikopter saja itu akan sangat memudahkan petugas.  
Tak berbeda dengan kasus ilegal loging yang selalu terjadi di belahan hutan Nusantara. Perlu adanya pengawasan yang cukup untuk memantau Seluruh Hutan di Indonesia.

Dan lagi lagi, apa yang diperlukan? Teknologi yang sangat Luar Biasa dibutuhkan untuk Negeri ini. Dan siapa yang akan mendukungnya? Kita kan? Putra-putri bangsa yang sudah berkecimpung luas di dunia Teknologi.

Lets see my idea...

Apa Indonesia punya satelit? Atau sedikit saja Kamera Raksasa di Luar Angkasa yang dapat Melihat secara jeli dan langsung Seluk beluk Sabang sampai Merauke, Lautan, Hutan, Kota dll.
Dengan regional Indonesia yang dibagi kedalam 3 Zona Waktu, sedikitnya kita perlu 3 Satelit besar dan Luar Biasa Canggih di atmosfer kita. Memantau wilayah barat, tengah dan timur.
Dengan Kamera luar biasa di satelit tersebut, kita dapat memantau seluruh Lautan, Hutan Belantara di Nusantara. Kejahatan berupa Ilegal Loging, Pencurian ikan ataupun Bencana-Bencana alam yang tidak dapat dirasakan secara jelas akan terdeteksi dan terrekam. Bagaimana? Maaf apabila saya kurang detail menjelaskan hal ini.

Alutsista Indonesia perlu dibenahi dan diperbaiki. Dengan kekayaan SDA dan SDM Indonesia sepertinya kita mampu memiliki Pabrik Otomotif sendiri, Pesawat, Kapal dll. 
Ya awalu tidak sekarang, sepertinya mampu setahun atau dua tahun kedepan.

Apa mungkin ide ini dapat tersampaikan ke Pemerintah? saya akan usahakan! Terleih saya prihatin dengan kondisi negeri ini. Pemerintah yang korup! Pertahanan Negara yang lemah! Moral Bangsa yang sudah hancur! Apalagi?

Bismillah

Pagi Sayang!

Pagi hari ini Sabtu 19 januari 2013, pagi yang manis baru saja terlewatkan di kediaman Pamanku di Blok I Dukuh Zamrud Bekasi Timur. Tepat pukul 01.00 pagi ini aku menginjakkan kaki di sini, hawa dingin seperti biasanya segera menyapa. Aku yang sedari tadi terjerat hawa kantuk segera berlari mencari tempat tidur, namun aku tak lupa untuk Mendirikan Shalat Isya Terlebih dahulu. Beberapa menit bersembahyang Isya ternyata menghapuskan rasa kantukku. Aku yang sedari tadi mencari kasur malah beralih mencari Laptop dan bermain game seperti malam biasanya.
Aku tak bisa tidur semalaman, hanya memikirkan beberapa hal. Tangan dan mata mungkin fokus bermain game, namun fikiranku berlarian entah kemana. Mengenai statusku kini sebagai Mahasiswa, entah aku ingin melepaskan itu. Terlebih aku memiliki sebuah cita-cita yang besar untuk Negeri Ini. Apa itu? Aku akan jelaskan nanti.
Beberapa kata aku tuliskan malam itu dalam sebuah notepad, namun aku hanya sempat bermain game selama 2 jam dan tersusul waktu Shalat Subuh.


---

Pagi hari aku terbangun pukul 05,50, disini masih gelap. Tak seperti pagi biasanya di kampungku. Aku meraih sebutir HP samsungku dan memanggil seseorang, seseorang yang ingin kutemui hari ini, ya my Beb. Beberapa menit berlalu, aku masih terdiam menikmati udara pagi ini sambil duduk disebuah kursi goyang di halaman rumah. Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah berlari, perlahan terlihat wajah seorang wanita cantik mengenakan jilbab biru cerah, baju putih panjang dan rok biru panjang terusai menutupi kaki. Dia, dia malaikat cantik bersayap biru sedikit berlari kearahku dengan background langit biru yang masih tersingkap wajah malam.

"Hey pagi sayang!" Sapa wanita itu dengan riang. Dia semakin mendekati kursi goyangku dan duduk di sebelahku.

"Hey pagi, kamu siapa?" Dengan wajah penuh dosa dan pura-pura tak kenal.

"Ih dasar kamu eeq!" Dia mencubit mesra dengan simpul merah muncul di pipi putihnya.

"Haha, gitu aja cemberut say" Candaku padanya
"eh kamu gemukan, makan apa aja? Baru aja ditinggal 6bulan"

"Hehe kmaren libur lama trus ditinggal berdua sama bibi, jadi ya banyak makan sih. Cape juga ngurus rumah ternyata"

"Iyalah, Ngurus rumah ya ibaratnya ngurus akherat. Kalo rapih ya jadi surga, kalo berantakan bisa jadi neraka."

"Masa sih? Hmm, jadi pengen buru-buru ngerasain jadi Ibu Rumah Tangga"

"Pengen emang? Kenapa?"

"Ya intinya jadi Ibu gitu, Hmm Tapi perjalanan masih panjang nih va"

"Yups.. Masih sangat panjang. Eh mana nih kok ga ada minuman"

"Baru aja mau bikinin minuman, yaudah aku kedalem dulu yah"

""iya say"

---- TBC, soon edited


Senin, 24 Desember 2012

Nisa

Terdengar beberapa mahasiswi sedang membahas KM PAI di kelas sebelah, mereka sepertinya serius. Pintu yang biasanya terbuka lebar, kini ditutup rapat. Entah sedang membahas apa disana. Aku dan beberapa teman di kelasku sedang membahas Pascal, maklum kami semester awal. Aku Berjalan sedikit keluar kelas untuk memperhatikan mereka, seseorang berdiri di depan kelas seperti sedang menjelaskan sesuatu. Wanita itu, mengenakan jilbab biru muda, cerah, secerah langit siang ini. Aku tertarik, mereka menutupi aurat mereka, mereka belajar membahas agama dan saling berbagi mengenai agama. Hmm terlintas sesuatu di fikiranku, aku ingin mengenal mereka. Tapi gimana caranya ya? 

Aku memutuskan kembali ke Kelas. Ada sedikit akal yang patut di coba, yang jelas ini serius, bukan main-main dan beresiko tinggi..Punya image buruk di kalangan mahasiswa rohis bisa brabe, manaburn pokoknya. 
"Its oke, begin!" Semangatku dalam hati
 hanya ada 10 orang yang ada dikelas. 4 orang sedang LAN WAR SPLIT SECOND. 2 Orang sedang DotA-ab, 2 orang sedang duel FOF (Frets On Fire), 1 orang sedang menyusun modul Pascal dan aku sedang merencanakan sesuatu yang buruk... 

Check sound 4 bass. Yups, nyala. Semua jack nyolok di 1 kompie yang lagi maen FOF. Full sound, dan 3, 2, 1, "Braaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmm neng nong neng nong *Melody" cukup keras dan memenuhi ruangan, ke 8 orang yang lainnya mungkin tidak mendengarnya karena memakai headset, dan kuyakin radius 20M ke luar kelas suara ini sangat terdengar jelas. "tok, tok, tok". terdengar suara orang mengetuk pintu, dan.....