Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Sabtu, 13 Desember 2014

Perihal Kamu


Aku bukan dahulu-mu, sekarang-mu atau bahan nanti-mu. Tapi kuharap kamu membiarkan aku untuk menjadikan kamu sebagai 'dia' dalam setiap doa-ku.

Tuhan memberkati aku dalam mengagumimu. Aku jadi tak harus takut dengan resiko perlu mencintai dan kemudian membahagiakan kamu.

Mungkin aku buruk dalam memilih. Tapi ketahuilah, beberapa orang memang keras kepala dalam mempertahankan apa yang menurut dia benar.

Aku tak begitu mengenal kamu, begitupun tak ingin terlalu mengenal kamu. Tapi bantulah aku untuk mengenal orang tuamu dahulu.

Pertemuan Kembali

Aku berdiri tepat di depannya, menatap dalam kedua matanya seraya menyunggingkan bibir untuk tersenyum. Aku tak bermaksud untuk menang, tapi semudah itu dia kalah, memalingkan wajahnya dan berbalik lalu berlari menjauhiku.

"Sejahat itukah aku di masa lalu? Bertemu saja ia tak mau. Terlalu menyakitkankah hadirku untuknya? Terlalu banyak kah luka yang kutorehkan di hatinya. Sampai begitu deras air matanya mengalir." Aku tertunduk lesu, menyesali waktu dimana aku dapat berjumpa lagi dengan dia.

Percakapan di malam kemarin...

Key? keysha..

Pergi kamu! gak seharusnya kamu hubungin aku lagi..

Hmm, padahal aku belum mengenalkan diriku..

Aku tahu jelas suaramu don... Darimana kau tahu nomorku!

Haha tak perlu kamu tahu dari siapa, mmm aku hanya ingin minta Maaf soal kemain.

Bukan kata maaf yang aku perlukan Don! ketiadaan kamu yang aku mau..

Ku kira kamu tak lagi cengeng seperti dulu key, jangan buat aku tak bisa jauh dari kamu lagi. Manjamu penjara bagiku.

Dasar pembohong ulung. Mana mungkin aku tertipu lagi oleh kata-katamu.

Tapi aku cukup brengsek untuk dapat kau sayangi, atau sekedar kau rindukan.

Cukup! Katakan saja alasan mengapa kamu kembali? Apakah lagi kamu terluka karena seseorang? Dan berharap aku yang menyembuhkan?

Haha, kau jahat key. Aku tak seperti itu.

Aku bukan pelupa don... sudah, pergi sana...

Baiklah, aku mengerti. Kamu ingin segera menemuiku di alam mimpi.

Ngarep! Aku mau ngerjain tugas. Kalau tahu itu kamu, aku tak mau terima panggilan tadi.

Yaudah, selamat malam nona, aku tunggu besok di ECT.

Hey, kenapa kau bisa tahu aku besok mau ke..

*Tuut.. tuut....*

Sialan kamu don... Ah....

Selasa, 18 November 2014

Kamu tak harus

Kamu tak harus berada di tempat kamu berdiri, kakimu hanya mengotori bumi, nafasmu mengotori udara, matamu membutat bunga layu, bibirmu membuat langit mendung, tawamu membuat pohon mengugurkan daunnya, kamu tak harus ada di hati ini, hadirmu membuatku mati berkali-kali.

Mungkin

Mungkin, mungkin dan mungkin.
Sebuah argumen yang keluar dari mulut sendiri,
namun hati masih ragu untuk meng-iya-kan..
Kata 'Mungkin' akan selalu berdiri di depan setiap harapan.

Sungguh, aku tak ingin ragu untuk mencintaimu.
Sekalipun rasa takutku ini selalu membelenggu langkahku.
Kehilanganmu, aku tak mau.
Aku tak mampu, aku tak tau.

Aku tak mau bila menghadapi kenyataan bahwa kamu bukan untukku.
Aku tak mampu bila pada akhirnya, aku menghidupi waktuku sendirian.
Aku tak tau harus mencintai siapa lagi, yang ku harap cuman kamu.

Mungkin, ada alasan dari setiap ragu.
Mungkin, ada penjelasan dari setiap sendu.
Tapi ku yakin, tak ada lagi kesempatan untuk aku.
Kembali mencintai kamu, bila aku telah memutuskan untuk kalah.