Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Minggu, 06 September 2015

Dinda Story Part 3

III. ADUH… TUMPAH
“Tuh kan bisa, gampangkan?”  Seru ku semangat. Akumemperhatikan wajah Dinda yang teramat serius menatap layar Laptop. Dia tetap terlihatmanis walau dengan mimik seperti itu.
“Oiya ya, ko kemarenkayaknya susah banget..” Keluh Dinda sambil bersender ke kursi. Dia sedikitmengalihkan pandangannya ke arah jus strawberry yang mulai mencair esnya.
“Iya lah, kemaren kamumasih bingung sama pemecahannya aja.. Berurutan dari tiap rumus danlangkah-langkahnya. Kenapa? Mau istirahat dulu?” Tanya ku pada dinda yang mulaiberkeringat kelelahan.
“Asiikkk.. Yaudahistirahat dulu.. Masih ada satu lagi nih, bentar aku ambil di kamer” denganpamit Dinda berlari kecil kekamarnya untuk mengambil tugasnya.
Aku menikmati hidanganyang tersedia di meja, jus strawberry kesukaanku dan beberapa buah segar dari32B sampai 34D… Aku mengamati sambil duduk, sekilas ruang tamu rumahnya dindayang seluas ini. Kufikir siapa saja yang tinggal dirumah sebesar ini. Padahalyang kulihat Cuma satpam di depan, Dinda dan ibu dinda saja.
Aku berhenti mengamatidan melihat sebuah foto keluarga yang terpajang di tembok dekat tangga. Akuhanya melihat Dinda dan Ibunya tanpa ada makhluk lain disana.
“Memangnya kemana ayahnyadinda? “ Tanyaku dalam hati. Mungkin aku akan bertanya pada Dinda kalau diasudah  turun.

Dinda Story Part 2

II. COME CLOSER
“Haloooo… Din, aku udahada di depan jalan mawar… Dari sini kemana?” Tanyaku menelponnya..
            “Oiya…dari situ lurus aja, ntar ada rumah warna biru sebelum belokan… no 147.. Jangancepet-cepet kesini nya, jalan-jalan aja dulu.. Aku baru mau mandi..” JawabDinda
            “Hah?Baru mau Mandi?... Tuuut tuuuuttt”
            Berlanjutdari pertemuan yang tak disengaja dengan Dinda kemarin di Café LA ketika akumenemui Laras, teman lamaku. Dinda meminta aku untuk membantunya menyelesaikanbeberapa tugasnya. Dan hari ini dia memintaku datang ke rumahnya langsung yangkebetulan tak jauh dari apartemenku.
            “Misimas, ada perlu dengan siapa?” Tanya seorang satpam berkumis tipis yangmenghampiriku di pintu gerbang.
            “Emmmau ketemu Dinda om, saya ada janji” Jawabku pelan.
            “OhMba Dinda ada, silahkan masuk mas. Motornya parkir di sebelah taman aja ya mas.”Pinta satpam itu.
            Waaahrumahnya keren, biru-biru gimana gitu. Kutebak Orang Tua dinda seorang maniakbonsai. Taman yang cukup luas disana dipenuhi pohon bonsai. Ada juga beberapabunga-bungaan di taman sebelah kanan yang kufikir itu adalah piaraan ibunya.
Arsitektur rumahnya jugamenarik, sungguh futuristik. Aku sampai hampir lupa tujuanku datang kerumahini.
“Tok tok tok.. Permisi…eh anjrit ada bel ternyata.. Ting nong… Tingnong…”
“Cklek” Pintu punterbuka, semerbak harum sabun apa gitu dan yang ku tau pasti bercampur denganaroma shampoo rejoice menusuk hidungku. Jelas itu dinda yang sepertinya baruselesai mandi. Kufikir dia hanya mengenakan handuk saja, yah sayangnya diasudah berpakaian lengkap.
“Eh masuk sini Di…”
            “Iya…Wah udah disiapin ternyata” Aku tersenyum melihat sebuat laptop sudah dalamkeadaan menyala dengan media player yang memutarkan music Japanese rock.Begitupun dua buah Jus Strawberry yang terhidangkan bersama beberapa cemilandiatas meja.
            “Siapadin?” Tanya seorang wanita dewasa yang entah darimana asalnya.
            “IniAndi mah.. Temen aku mau bantuin ngerjain tugas ini” Jawab dinda pada wanitayang ternyata Ibunya itu.
            “Anditante..” Seru ku sambil menyambut uluran tangan Ibunya dinda.
            “Tumbenkamu bawa cowo kerumah Din… Oia Andi.. Din.. Mama mau ke kantor dulu… Bae-baedirumah ya..” Kata Ibu Dinda
            “Iyamah.. Ati-ati dijalan…” Kata dinda.
Ibu dinda pun pergi dengan membawasebuah tas kerja.
            “Din?”Tanyaku memecah hening
“Iya di? Kenapa?”
            “Kitaberdua doank dirumah nih?” Tanyaku menimbulkan suasana sedikit mencekam.
            “Adasatpam diluar..” Jawab dinda santai
            “Oiyaa..Lupa”

Dinda Story Part 1

I. PERTEMUAN DARI SEORANG TEMAN
            Mentari sore waktu itu cukup terik, angin sepoi tak kunjung  berhembus. Bahkan pepohonan yang berjejer dipinggiran cafe outdoor disana tak mampu menyejukanku. Aku duduk di kursi Mejano 4 pojokan cafe LA , menunggu kawan yang sudah lama tak kutemui. Sepertinyasudah lebih dari 4 tahun.     
            Datang seorang pelayan ke arahku, dia memberikan daftar menu yang isinya cukupmenarik. Namun aku lebih tertarik pada Strawberry Milky Shake dengan harga yangpaling nyinyir disana.
            "Mbaini aja dua" Pintaku pada si pelayan yang bernama Nina, ditulis jelas diNameTag yang tersemat diatas dada ukuran 34Bnya.  
            "Terimakasih Mas, mohon tunggu ya" Timpalnya sembari mengambil daftar menunya kembali.
            "Ia Mba Nina" Jawabku. Dia terseyum saat kupanggil namanya, manis. Semanis Strawberry Milky Shake yang sedang kupesan.
            "Oi Andiiiiii" Teriak seorang cewek jangkung dari pintu masuk. Dia mengenakanT-Shirt abu ke abu-abuan.
            "Ya Laras! Sini" Balasku.
            "Ketemu juga kamu! Aku udah lama gak maen ke cafe ini soalnya" Kata Laras sambilmengelap peluh di dahinya. Dia terengah-engah.
            "Kamuabis ngapain? Makan kerang ijo?" Tanyaku.
            "He'eh..Nyampe juga disini deh…" Jawabnya. Dia duduk tepat di depanku.
            "Lagisibuk apaan Ras sekarang?" Tanyaku lagi.
            "Biasaskripsi, pusing-pusing deh. Kamu gimana? Skarang dah pindah ke JKT?"Balasnya.
            Pelayanbernama Nina tadi datang kembali membawakan pesananku.
            "Silahkanmas, mba." Serunya.
            "Iyamakasih Mba Nina" Jawabku.
            "Wah,pas banget. Masih inget aja minuman favorit aku Di…." Laras langsungmenyeruput minumannya dengan lahap.
            "Emmiya, aku ditugasin disini. Bakal jadi lumayan cape nih." Balasku.      
            "OiLARAAAAS!" Belum sempat aku berbicara banyak, seorang wanita berteriakdari arah pintu masuk. Laras menoleh dan akupun ikut menoleh.
            "HeiDinda, sini" Jawab Laras.
Eh bentar, kok dialognyasama kayak tadi. #AhBodo!
            "Tumbendisini Ras" seru Dinda. Gadis cantik itu duduk di samping, diantara akudan Laras.
            "OiyaDi, ini Adinda temen aku. Dia adek angkatan. Din, ini Andi, temen SMA aku"Kata-kata laras seperti sedang mengenalkan aku dan Dinda agar berjodoh.
            "Ehsalam kenal, Dinda." Seru Dinda seraya meminta berjabat tangan.
            "Andi.Salam Kenal. Hee" Jawabku. Aku sedikit gugup. Tangannya benar-benar halus,aku berfikir bisa menjabat tangannya lebih lama.
            "Eh,mau minum apa Din?" Tanyaku
            "Apaaja deh." Jawabnya.
            "MbaNina, pesen Apa Aja 1…" Teriaku pada Nina yang kebetulan sedang lewat keMeja ku.
            "Apaaja apa mas?" Tanya Nina heran.
            "Haha,Jus Jeruk aja Mba" Pinta Dinda pada Nina.
            "Kocaklu Di! Haha" Kata Dinda padaku.
            "Emang,dia suka rada-rada gila gitu" Tambah Laras
            Dindamerogoh sesuatu di tasnya. Wajahnya sedikit pucat.
            "Yahabis" Seru dia lesu
            "Apanyayang abis din" Tanya Laras
            "Biasaras" Jawab dinda santay
            "Rokoklu?" Tanya Laras
            Ha?Rokok? Aku sedikit terkejut dan tak ingin menerka-nerka jawaban Laras. Apamungkin Dinda suka meroko? Ngga, Ngga. Sebenernya wajar dan aku sendiri seringbanget liat cewek yang seumuranku atau dinda meroko di pinggir jalan atau ditempat wisata. Tapi untuk aku bisa percaya kalo cewek semanis dan seanggunDinda ternyata merokok, aku masih gak yakin. Mungkin aku harus menunggu Dindasendiri yang membuatku lebih yakin.
            "Iyanih, padahal baru beli kemaren" Jawab Dinda
            Danaku syok... dikit... dan aku tak tau harus ngomong atau diem...
            "Kamupunya roko apa di?" Tanya Dinda?
            "hah?kalopun punya gw ga bakal ngasih din" Jawabku santai.
            "Yahpelit, ayolah..."Pinta dinda manja
            "Yahmana ada cowok baek yang ngebiarin ceweknya ngerokok din.. " Timpalkunyeleneh. Dinda Nampak sedikit murung.
            "Ceweknya?"Tanya laras nyerobot sambil sibuk twitteran
            "Ehngga, maksudnya temen cewe. Emang kenapa lu ngeroko din?" Tanya gw
            "Lagipusing ama tugas ndi, numpuk banget ya ampun" keluh dinda          
            "Nahdaripada ngasih lu roko, mending gw mah bantuin tugas lu. itu solusinamanya" Kata gw
            "Yaudahbantuin" Jawab Dinda semangat…
            "ehhh"~

Rabu, 05 Agustus 2015

Choice..

Udah lama ga ngeblog. Alesannya bukan sibuk ga ada waktu atau apa, gw cuman belum lagi nemuin ide-ide tulisan yang segar buat gw post. Kenapa ya. Tentunya sedang ada yang salah dengan diri gw.

Gw kasih tau sesuatu, beberapa hal yang bisa membuat lo menggunakan waktu-waktu yang begitu banyak dalam hidup lo adalah lo sedang mengejar keinginan lo. Apapun itu, cita-cita soal karir, cinta dan lain-lain yang pastinya berhubungan dengan masa depan. Dan diluar hal tersebut, ada spesies lain yang menyia-nyiakan waktunya buat mikirin masa lalu. Dan apapun yang lo pikirkan, gw bukan spesies tersebut.

Oke, kali ini gw akan bahas mengenai apapun hal yang mengenai perasaan. Jujur, gini-gini gw juga pernah mengalami banyak masa tentang percintaan. Tapi bukan tentang gw sama pacar gw, bukan tentang masa-masa dimana lo bingung milih tempat buat jalan atau sekedar ketemuan, masa dimana lo sama pacar lo saling ngga mau nutup telpon, masa dimana lo sms atau chatting sama dia sampe lo ketiduran, masa dimana lo dan dia berlomba-lomba siapa yang duluan ngebangunin. Masa dimana gw ga pernah dirasain sama gw.

In this case, pembahasan gw adalah tentang masa jomblo gw, eits jangan salah. Jomblo juga mengalami kisah percintaan. Tapi bedanya sama yang pacaran adalah, Pacaran mengalami masa suka dan duka, sedang jomblo mengalami duka dan duka.

Tapi sebelum lo baca, gw pastiin bahwa sebagian kecil dari lu, atau sebagian dari lu atau malah mayoritas dari lu pernah ngalamin hal ini. Kenapa? Karena ini cerita yang biasa-aja, tapi efeknya anjayyy..

Dimulai ketika gw menginjak kelas 1 SMA. Dan pada tahun tersebut adalah genap 14 Tahun gw menjomblo. Harapan gw saat itu adalah, gw pengen ngerasain gimana yang namanya punya pacar dan pastinya ngalamin pacaran. Karena jujur, kisah asmara gw di SMP gagal total. Bukan karena gw ditolak atau gimana, malah gw ga berani sekalipun nembak cowok cewek yang gw suka. Dan pastinya gw berusaha agar kejadian tersebut gak terulang kali di tahun SMA gw.

Mungkin lebih dari 10 cewek yang gw taruh namanya di hati, berharap jadi pelipur lara, berharap bisa melupakan hasil ujian sejarah yang nilainya non numeric dan non alfabethic, iya gw dapet “?” tanda Tanya. Tapi hanya 1 cewek yang gw ukir namanya di dinding hati, tentunya dia special.

Dari kali pertama gw jatuh cinta, yakni ketika usiaku baru saja menginjak usia genap 10 Tahun, seorang wanita yang sangat menyukai olahraga bola voli, dengan mudahnya bisa menarik perhatianku hanya pada pandangan pertama. Senyumannya bersahaja, kulitnya putih bangsat langsat, parfum kesukaannya begitu memekakan telinga, oh sungguh aku dibuatnya mabuk cinta. Tapi sayang, tinggi gw sebahunya dia. Dan tentu kalaupun gw pengen pacaran sama dia, gw harus nyiapin mental. Takut suatu saat ada yang nanya sama cewek gw, “lu ngapain sore-sore jalan bawa-bawa monyet”. Dan akhirnya kisah gw kandas.

Dan kali ini, setelah melewati banyak rintangan, Andin, Diana, Rina, Winda, Ayu, Bianca, hingga bambang. Gw kembali jatuh yang benar-benar jatuh yang sayangnya bukan pada satu yang bisa gw mampu. Gw ga lagi jatuh cinta sama manusia yang memiliki pesona luar biasa, terlebih gw jatuh pada bidadari. Itu adalah penyesalan yang gw nikmatin.

Tapi, hal konyol yang terjadi adalah. Yang mungkin bisa dibilang Plot Twist dalam hidup gw. Kisah yang benar-benar biasa terjadi.

Oke, ini inti kisahnya, gw kasih judul “Titik Buta”

Kuningan 25 September 2010,

Hari itu kota kuda cukup terik, hari senin yang cukup melelahkan. Pertama, kenapa gw bisa inget kalo itu hari senin? gw tau karena liat kaleder. Kedua, kenapa gw inget hari itu melelahkan? Yaelah, senin bro.

Sepertinya genap 8 Minggu gw resmi jadi anak SMA. Dan tentunya babak baru dalam hidup gw. Pertama kalinya kisah gw dimulai adalah ketika penerimaan siswa baru, gw secara ga sengaja menemukan sebuah nama yang apabila di eja, menyebabkan detak jantung menurun, desah nafas menjadi teratur, dan aliran darah menjadi lancar. Dan gw inget saat itu gw berdiri tepat dibawah AC.

Iya, nama yang sangat special. Gw pengen banget ketemu sama cewek yang memiliki nama tersebut. Hingga akhirnya gw nyesel. Tentunya karena salah gw sendiri.

Perlu diketahui, ada beberapa tipe orang yang gagal dalam bersosialisasi.

1. Orang yang gagal banget. Ialah orang yang benar-benar cacat dalam hubungan social terhadap sesamanya. Dia cenderung pendiam dan tidak suka berinteraksi dengan orang. Ini biasanya dilatorbelakangi oleh apapun yang terjadi dalam keluarga. Dalam kasus ini, dia adalah hasil dari didikan orang tua yang salah. Mereka sulit berinteraksi dengan siapapun dalam dunia maya bahkan di dunia nyata tanpa terkecuali. Biasanya orang-orang seperti ini perlu hidayah agar bisa berubah.

2. Orang yang setengah gagal, ini ada dua tipe, ada yang normal dan ada yang lebay. Gw cuman bisa jelasin yang lebay. Ada orang yang bisa berinteraksi dengan wajar dengan orang lain, cewek ataupun cowok, tapi tidak kepada orang yang dia cinta. Tentunya, ketika lo deket sama orang yang lo suka, lo akan mengalami gejala stroke ringan. Agak berat buat nafas, jantung berdetak lebih kencang dari ujung kaki sampai ujung kepala, seperti gendering mau perang la~ la~ la~

Dan sekali lagi gw tergaskan, apapun yang kalian pikirkan, gw bukan termasuk orang yang seperti ini.

Finally, gw suka sama cewek tersebut dan katakanlah si A. Dan gw buat berinteraksi dengan dia. Sialnya lagi, gw orangnya cenderung pendiem dan dia lebih diem lagi. Diibaratkan sesame kutub Utara Magnet, yang pastinya susah nempel. Kecuali kalo emang kita satu magnet. Kita? Lo ama centong?

Teori lain yang gw ketahui adalah. Ketika lo suka sama seseorang dan lo pengen perasaan suka itu berubah jadi cinta atau lebih-lebihnya lagi lo pengen lo ama dia sama-sama cinta, hal pertama yang lo harus lakuin adalah “kenali” dia. Dan misalkan ternyata lo susah buat kenal secara langsung, gw kasih tau satu hal. Jangan pernah berusaha mengenali dia, lewat temen deketnya dia, yang ternyata sama-sama cakep.

Alternatif lainnya dalah, carilah orang lain yang netral, dalam arti ngga deket sama lo, ngga deket sama dia juga. Mungkin kebanyakan orang berfikir, baiknya adalah orang yang deket sama lo. Misalkan gw cowo, gw harus nyari temen cewe yang deket ama gw. Mungkin bisa sama temen cowo, tapi pertanyaannya adalah, gimana dia bisa nyari info tentang si A? Pastinya dia dapet dari cewek lagi, terkecuali kalo emang temen cowoklu ngga menli. Terserah. Yang terpenting, jangan cewek lain yang sama-sama cakep.

Begitulah, sayangnya gw berusaha buat mengenal si A, lewat si B yang tak lain lagi adalah temen agak deket si A.

Singkat cerita, gw membuka diri gw sama si B. Berharap dia bisa secara tidak langsung, dengan bahasa dia, menyampaikan apapun tentang gw kepada si A. Gw cerita apapun hal tentang gw kepada si B. Dari tektek sampai bengeknya. Dan awalnya work.

Gw akhirnya sedikit demi sedikit bisa kontekan sama si A. Bisa ngerasain PDKT sama seseorang. Tapi tentunya dengan rasa ada jarak diantara gw sama dia. Karena tentunya gak langsung.

Hari demi hari berlanjut, gw sama si B makin akrab (dalam hal ini cuman on the line doang, kadang sms atau chat, sesekali telepon. Jiah..) Dia makin tau apapun tentang gw dan pastinya setiap gw ngasih tau hal tentang gw, gw juga mesti tau hal tentang dia juga. Disana gw lupa 1 hal penting, bahwa cinta sejati datang dari suka dan duka yang ditempa bersama. Yang pada akhirnya setelah berjalan hampir satu tahun, hubungan gw ada kemajuan sama si A, tetapi ada kemunduran antara gw sama si B. Si B makin susah buat dihubungi, di sms lama dibalesnya, di telepon ga pernah diangkat. Dan hal bodoh yang gw lakuin adalah, gw bertanya-tanya “Dia kenapa?”

Hingga pada suatu hari, seorang wanita sekelas gw duduk tepat di depan meja gw. Matanya menatap tajam wajah gw. Dan gw masih inget apa yang dia bilang,

“Lo bego ya Nov. Gw tau lo ngga tau dan ngga pernah nyadar, tapi gw bilang ya. Itu bego banget Nov.”

Kemudian dia berlalu, gitu aja.

Gw cuman mikir, apa karena gw kena remedial Fisika dua kali atau gimana. Hingga kemudian gw sadar, ini pasti tentang si B. Gw ga pernah sampe mikir kalo si B mungkin bisa sampe ada rasa sama gw. Tapi gw fikir kembali, iya. Setelah apa yang gw sama dia alamin. Kita bener-bener bisa kenal satu sama lain, hingga ga ada jarak apapun, bahkan gw sendiri sampai menemukan ada sesuatu yang menarik tentang dia. Dari cara dia nyeritain dirinya sendiri, sampe cara dia nanggepin cerita tentang gw.

Gw lupa bahwa, ketika gw berusaha menangkap kupu-kupu yang terbang, gw ngga nyadar bahwa ada seorang yang setia menemani gw dan bahkan ngasih jaring buat nangkep itu kupu-kupu.

Jujur, ini kisah biasa banget. Ketika gw berusaha membuat si A jatuh cinta dengan pertolongan si B, malah yang jatuh cinta si B. Iya, lo minta dicomblangin sama orang, eh lo malah jadian sama yang nyomblangin kan lucu. Tapi lucu lagi kalo lu malah ngga jadi sama dua-duanya.

Masih banyak bagian yang pengen gw tulis diatas, tapi sungguh, itu anjay banget. Gw sampe gak tega. Tapi hal terakhir yang pengen gw kasih tau di tulisan kali ini adalah ketika lo mengalami kejadian diatas, lo akan memiliki 3 pilihan.

1. Lo tetap ngejar si A. Orang yang dari awal pengen lo perjuangin, apapun rintangannya. Dan lo akan menerima 2 hasil, gagal dan berhasil.

2. Lo Nyerah tentang si A, lo terima perjuangan si B. Karna gw yakin, sangat mudah membuat diri mencintai daripada membuat orang mencintai lo. Dan lo hanya akan menerima 1 hasil, iya lo ga mungkin gagal.

3. Pokoknya cuman orang bego yang milih opsi ketiga. Ya itu, lo malah ngga milih keduanya, lo malah lari dari kenyataan dengan dalih, lo ngga mau menerima kekalahan apapun. Yang pada nyatanya, lu kalah dua kali.

Tapi apapun yang kalian fikirkan, gw bukan orang yang memilih opsi ketiga.

Sabtu, 06 Juni 2015

Mengapa Begitu Lama..

Malam ini aku menemui aku yang dulu. Meski hanya beberapa saat, namun gundah yang telah membebani hati selama lebih dari seperempat dekade ini bisa sirna..

Pada detik bertama wajah saling bertemu, dia langsung melontarkan sebuah tanya..

"Kenapa lo jadi gini sih?"

"hah?"

Aku juga tak begitu mengerti, aku juga sering bertanya pada diriki sendiri. Tak pernah terbersit sedikitpun di masa lalu, bahwa aku akan menjadi seperti ini..

Selalu muncul dua hal setelahnya.
Pemikiran masa bodoh, ah persetan dengan semuanya, aku menjadi aku apa adanya, aku melalui semuanya seperti daun yang jatuh di aliran sungai. Menuruti kemana saja dia mengalir.
Pemikiran menyesal, dalam. Aku tak boleh seperti ini, aku sendiri yang membawa aku kemana, menjadikan aku siapa, membuat aku bagaimana. Bila akhirnya aku gagal, sudah menjadi kesalahanku sendiri.
Keduanya seperti rantai yang terhubung, tak memiliki ujung. Memutuskan untuk menerima asumsi yang mana, membuat waktu yang kumiliki menjadi sia-sia..

Mengapa begitu lama, mengapa begitu lama untuk menyadari bahwa yang kubutuhkan hanyalah nasihat Tuhan. Terombang-ambing selama ini hanya karena aku begitu sombong untuk menjalani hidup ini sendirian.
Sekalipun tak membutuhkan orang lain, kamu tak mampu menolak keberadaan tuhan dalam setiap ayunan langkah kaki, setiap hembusan nafas, setiap kedipan mata..
Ah mengapa begitu lama...