Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Senin, 12 November 2012

Saat Tasbih dan salib yang mempertemukan kita.

Introduct
Adzan subuh telah berkumandang dengan menggema. Pagi kini pun belum berani menampakan pandangannya dan masih terlelap di akhir malam. Angin malam yang masih berlalu lalang dan dinginnya udara dago waktu itu membuat hawa malas memelukku dengan erat.

Dua tiga langkah manusia yang rajin setiap hari berangkat dan mendirikan sholat di masjid terdengar jelas di gang sempit yang menempel dengan tembok dan jendela kamar kostku yang terlalu sempit di tengah perumahan yang sedikit mewah.

Adzan hampir selesai berkumandang namun nyawaku masih berterbangan dimana mana. Di tugas kalkulus yang belum sempat aku kerjakan. Tugas pemrograman yang tiga perempat jadi. Tugas akuntansi yang membuat muak. Game NeedForSpeed TheRun yang masih 68% terinstal. Dan mungkin sepertiga nyawaku masih terselip dalam twit-twit* galau yang selalu membuli kaum kaum jomblo seperti halnya aku sendiri. Aku tertidur setengah jam yang lalu, dan kini aku harus terbangun dan harus menyelesaikan semua tugas yang dari dosen yang killer nanggung sebagai tugas hari libur. Ya ini hari minggu, hari libur! dan aku ingin benar benar libur. Meski hanya bisa CarFreeDay sendirian, bagiku tak apa daripada berdua bersama pacar sambil bermesraan. Tapi 1 hal yang tidak bisa disebut mending, dengan muka tampan seperti ini aku tak ingin ada satu orangpun yang memiliki fikiran bahwa aku jomblo, apalagi maho.
"hoaaam" 5 menit lagi sepertinya iqamat. Untungnya masjid didaerahku hanya 10 meter dari kosanku. Cukup untukku bersantai-santai mengambil air wudhu di kosan.



Perfe(r)t Plan and First Step
Pukul 05.05, rasa kantuk masih menjadi side’kick-ku bertarung melawan Kalkulus II dan c++. Waktu yang terisia hanya 50 menit. Tepat pukul 05.55 aku harus tiba di Juanda untuk berburu cadburrie gratisan.ini ini tanggal 28, tanggal yang sangat tua bagi anak kost.
“Braaaak”
suara meja yang kupukul halus sebagai tanda kemenanganku dari kantuk dan tugas yang menjengkelkan. 5.45, aku bergegas mandi dan hampir lupa membawa handuk.
“Byurr,” wah sh*t.. sabun abis (-_-). Terpaksa mengganti sabun dengan shampo yang masih full di botol.
Pukul 5.55 tepat aku tiba di juanda. seperti minggu biasa, seiringan sepeda fiksi dikayuh mahasiswa elit anak anak FTTM I**. Kufikir saat berolahragapun otak mereka dipenuhi dengan data-data yang hanya berupa angka. Hingga tak menghiraukan aku yang hampir diserempet oleh salah satu dari mereka. Semoga akal mereka tak mengalahkan dominasi emosi mereka dalam menjalani kehidupan.
Yosh, sudah ada beberap kerumunan di depan Morninggolry cafe. Seperti dugaanku, 2 Cadburrie gratis akan segera tiba di genggamanku. Beberapa senyum puas dan kemenangan mulai berceceran di bibirku.
My perfect plan was set. this is my day...
"whahahah hah hah hah apaaa?" "abiss? jam segini sudah abis? apa apaan -_-"
Tidak tersisa satu batang coklat pun tersisa disana. Hanya tersisa beberapa SPB dengan muka maho has mereka. Hey dimana SPG-SPG yang biasa menjadi sarapan pagi!. Aku terlalu cepat merayakan kemenangan. Kesalahan pertama dihari ini, semoga tak ada lgi kesalahan yang aku buat, amiin. itu doa ke 6 yang aku buat hari ini.
Doa ke 1 sampai ke 5 adalah doa yang selalu aku panjatkan tiap hari, selepas tahajud ataupun subuh dan kau ingin tau itu? wee ngarep! Rahasia gan.
Selangkah demi selangkah, lari demi lari, semuanya harus ku jajal dengan sabar. Sepertinya aku yang berjalan sendiri. Semua lelaki yang memiliki taraf muka dibawahku saja berjalan dengan wanita yang lumayan cantik. Ada yang bersama dengan wanita yang 10 tahun lebih tua dari si cowok, mungkin tantenya atau ***nya. ada pula cowo yang berjalan dengan sesama jenisnya entah maho atau tidak, yang jelas mereka keliatan mesra. dimana pacarku? atau sederhananya dimana teman wanitaku. ah entah, mungkin jodohku masih menjadi pacar orang lain.
Beberapa KM berlalu aku masih bergumam dengan hal yang tak perlu. namun ada satu hal yang dari tadi mengganjal batinku, seperti ada sesuatu yang ingin tuhan beritahukan kepadaku. dari kemarin aku belum makan tapi perutku tak menginginkan jatahnya. Aku tiba tiba gelisah. Beberapa ibu ibu malah melihat wajah gelisahku dan menerka aku sebagai pemuda yang akan mencopet. argghhh ada apa ini.
di persimpangan dekat RS boromeus aku berbelok, disana ada mushola kecil yang bersebelahan dengan gereja yang lumayan besar. ini hari minggu, pasti gereja iu ramai dengan umatnya yang sedang beribadah disana. apa mungkin aku malah akan dikira sebagai teroris yang akan meledakan gereja. Jenggot unyu ku terkadang bisa terlihat jelas dan mencitrakan aku sebagai ustadz, tidak sepertinya lebih ke teroris. argggh
Nah mesjidnya sepi, alhamdulillah sepertinya aku bisa lebih tenang untuk beribadah. Setengah jam bertasbih disana, hatiku sudah kembali tenang. Tapi kenapa sepertinya tak ada ilham yang aku terima. Masih muncul pertanyaan yang sama. Apa yang akan terjadi pada hari ini. bismillah, apapun yang terjadi aku harap aku tetap berada dalam ridho dan lindunganMu, amiin.
 Dengan langkah santai aku keluar dari mushola dan berjalan sejauh 5 langkah dari gerbang mushola dan 17 langkah menuju gerbang gereja. Aku memperhatikan seseorang didepanku. Seseorang menuju kearahku dengan rok hitam dan baju kemeja putih, rambutnya terurai lurus dengan sedikit jepit yang menarik rambutnya agar tidak meutupi wajahnya. Nampak seperti rambut kushina uzumaki namun warnanya tidak merah, tapi hitam. dia memakai sepatu hitam degan garis putih, walau terutup rok aku bisa melihatnya saat dia melangkahkan kaki kanannya. Aku memperhatikan wanita itu hanya dalam 3 detik tanpa berkedip, namun aku bisa menyimpulkan penampilannya sebanyak itu. Ya itu kelebihanku, sebenarnya aku punya mata sharingan (becanda, wkwkwkwk).
Wajahnya, aku tak berani memperhatikan wajahnya. Aku takut malah membuatku gelisah lagi. Aku menundukan wajahku dilangkah ke 9. "drap drap" ini langkah ke 10. Dilangkah ke 11 aku akan berpapasan dengannya, disana aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. “Aku ingin melihat wajahnya, aku.... aku.... tapi... tapi...”
Clesh, wajahku tiba tiba menoleh ke arahnya dan, ternyata dia juga menoleh ke arahku. Kami berdua tiba-tiba berhenti di langkah yang sama, langkah ke 11. aku menatapnya dan dia juga menatapku. ujung mataku hanya berjarak 44cm di gang sempit itu.
Sebuah peluh mentes ke hidungku, itu tanda aku sedikit gelisah. Aku perhatikan wajahnya di waktu yang sangat singkat itu, dan aku tau satu hal. Dia meneteskan air mata, dia sedang menangis sambil memegangi sesuatu di dadanya dengan tangan kanannya. Bukan dadanya, tapi sebuah benda yang jelas terlihat di atas dadanya, itu liontin salib yang indah dan sedikit mengkilap. Ya, dia seorang kristiani yang berparas sangat cantik. Aku lihat dia lemparkan senyuman, begitupun aku membalasnya dengan senyuman yang sedikit ramah. 
Dia mencoba tegar, dia mecoba menutupi kesedihannya dengan senyum itu. Senyum yang khas dari seorang wanita yang kuat. Entah apa yang membuat dia sampai menangis, aku bisa merasakan kesedihannya, tapi alasannya aku tetep tak tahu. Ingin aku bertanya, tapi aku tau itu bukan saatnya. Dia membutuhkan seseorang untuk melepas kesedihannya, mungkin pacarnya, teman wanitanya, keluarganya, atau yang terbaik, Tuhannya.
Dia mulai berlalu, aku juga memutuskan untuk kembali melangkah, namun sesuatu keluar dari mulutku dan malah membuat kami berdua kembali menghentikan langkah...
Sesuatu itu sebuah kalimat,,,
"Subhanallah"...

ToBeContinued

Sabtu, 10 November 2012

Aku Mencintai... Kalian

Itulah kata yang sering kita dengar dari sinetron, kalimat yang sering kita lihat di buku ataupun di internet. Sebuah Kalimat yang simpel namun memiliki arti dan makna yang mendalam bagi setiap orang yang merasakan dan mengalaminya begitupun aku.

Aku mengatakan kalimat itu ke lebih dari1 orang dan dalam jangka waktu yang relatif lama. Ketika aku telah mengatakannya kepada seorang wanita, aku selalu bertanya "Apakah ini cinta sejati? apa ini hanya rasa cinta yang hanya sekedar ketertarikan?"

Cinta itu sebuah kata kerja, Cinta tak perlu ditambah embel embel imbuhan awal men- untuk menunjukan bahwa kata tersebut adalah kata kerja. 

Apa yang kalian ketahui mengenai cinta hah? apa yang kalian rasakan saat kalian sedang mencintai sesuatu atau seseorang? Berbedakah dengan aku? Semoga saja sama.

Terakhir kali aku merasakan Cinta yang hebat. 1 tahun lalu saat aku masih berdiri dibangku Kelas 2 SMA. Seseorang yang aku cintai tanpa perlu aku melihat wajahnya, tanpa aku mendengar suaranya, tanpa aku membaca SMS darinya, tanpa aku harus bicara dengannya. 

Kau mungkin sering mendengar, bahwa cinta itu turun dari mata ke hati. Ya Kan?
Namun berbeda denganku.. 
Rasa cinta ini datang kala aku belum berjumpa dengannya, kala aku belum melihat wajahnya, kala aku belum mendengar suaranya, kala aku hanya mengetahui namanya.

Aku menyimpulkan bahwa rasa ini muncul secara tiba tiba, bisa saja Tuhan yang menganugerahkannya, atau?   ------

Mungkinkah itu bisa disebut cinta sejati? Alasannya?

Satu hal yang aku tau
"Aku tak membutuhkan alasan apapun untuk mencintai apapun. Sehingga aku tak punya alasan apapun untuk berhenti mencintai apapun"

Sampai kini, 2 tahun telah berjalan. Aku masih memiliki rasa cinta kepadanya. Aku juga masih belum menemukan jawaban mengapa aku mencintainya. Aku masih belum tau apa yang aku cintai dari dirinya. yang jelas, Dia wanita, sholehah, cantik, pintar dan entah ada kelebihan apa yang membuatku tertarik padanya..

Siapapun yang pernah aku cintai, aku tak pernah kehilangan rasa cintaku. Bukan karena aku playboy! Namun 1 hal yang perlu kau ketahui juga

"Saat kau bisa melupakan orang yang kau bilang bahwa dia kau cintai, sesungguhnya kau tak pernah mencintainya dengan sebenarnya"...


TBC----
Mudztova

Rabu, 07 November 2012

Hijriyah....

Ada Event Buat beginian, meskipun menangnya hoki hokian. Tapi lumayan lah, sambil belajar photoshop aja...
Ni BIiinnya pake Coreldraw juga,  vector yang sebelah kanan itu dari CD, kalo editnya di PS.. Males sih emang nambahin efek banyak, pengen simple aja...
Ratenya donk :p

"Aku peduli Kalian wahai wanita"

Sebuah pernyataan yang aku lemparkan dan membuat aku harus bertanggung jawab atas pernyataan itu -...
Suatu hari di pertengahan februari aku berkumpul bersama teman se ekskulku.. 5 orang wanita dan 2 orang pria termasuk aku (aku masih pria waktu itu -_-). Bercanda ngalor ngidul dan tiba tiba sampai kepada sebuah tema yang merujuk pada keagamaan. 
Diantara 5 wanita itu, 3 memakai jilbab dan 2 nya tidak. Dan alhamdulillah mereka semua muslimah. 

- Aku selalu peduli dan mencoba peduli pada temanku. Apapun itu, soal pelajaran, soal kehidupan ataupun keagamaan.. Aku selalu ingin melihat teman wanitaku yang muslim semua menutup auratnya. Bukan karena mengutamakan penampilan. Namun karena menutup aurat adalah kewajiban bagi semua umat islam, sudah sepatutnya itu dilakukan bukan? ingat, itu wajib! bukan sunah! -

Setiap ada kesempatan, sedikit demi sedikit aku menasehati mereka akan hal itu. Namun tetap saja, kembali kepada diri mereka masing masing. Toh hanya mengingatkan...

Namun tiba tiba saja mulutku mengeluarkan nasihat yang tidak pas dengan waktunya, di kerumunan 7 orang  yang saling berbicara soal pengalaman mereka, tiba giliranku dan aku tiba tiba bercerita sesuatu yang berbahaya..

"aku punya banyak teman wanita. dan kebanyakan mereka adalah wanita wanita cantik, muslim namun tidak memakai jilbab. Aku dekati mereka, kenali mereka, hingga aku tau semua hal tentang mereka. Aku kenalkan diriku dengan sifat laki-laki yang umum, tidak religius. Saat mereka mulai percaya kepadaku, barulah aku sampaikan apa yang sebenarkan aku inginkan dari mereka. Sedikit demi sedikit aku mulai mengajak mereka dalam keagamaan, ya pastinya mengajak meeka mengenakan jilbab secara permanent. Bisa dibilang lumayan, sudah 10 lebih target yang berhasil. Setelah itu aku tetap menjalin silaturahmi dengan mereka, walau tidak seperti saat mengenali mereka... Dan aku bersyukur bahwa mereka bisa mnyadari dengan betul akan arti "menutup aurat""

Blaaaaaaast. Lumayan panjang kan? apalagi kalau kalian bercerita seperti itu kepada teman kalian. Namun jujur, cerita itu seperti muncul tiba tiba dari mulutku. Aku baru menyadarinya saat aku sudah mengakhirinya, da aku juga sadar apa yang dirasakan oleh mereka. Aku berusaha tetap santai... dan berfikir positif, mungkin ini hidayah untuk mereka yang keluar melalui mulutku..

NoEdit,, Will be Edit Soon..

Selasa, 23 Oktober 2012

Mimpi dan Kenyataan


Aku terbangun dengan rasa pening masih hanya bisa aku rasakan. Entah berapa lama aku tertidur. Yang jelas aku ingat mimpi apa yang baru aku alami barusan, dan aku masih ingat jam berapa aku tidur, tepat jam 20.21. Kulihat jam di atas rak buku dan menunjukan pukul 22.22. Aku hanya tertidur 2 jam tapi serasa tidur seharian. 
Hoaaaam 

Uap kecil mulai keluar dari mulutku, aku masih duduk di pinggiran kasur mengumpulkan sisa sisa nyawa yang berterbanganan saat aku tidur. Kulihat Hpku berdering, 25 SMS masuk dan belasan panggilan tak terjawab. Ah aneh, baru 2 jam saja sudah sebanyak ini, ada apa?

"apa?"

"betapa kagetnya aku saat melihat tanggal pesan yang kuterima. 24 Oktober 2012 pukul 15.12
pesan dari Claire 

"oe Mudz dimana kau? Presentasi pemrogaman segera dimulai. Cepat kau datang bodoh!"

Aku bukan tertidur 2 jam, tapi 1 hari. Pantas saja aku merasa sepening Ini. pertama mimpi yang aneh, dan kedua aku tertidur seharian padahal kemarin aku tak merasa lelah dan ngantuk sekalipun. Ada apa ini?.. 

Aku mengambil air wudhu dan shalat, entah dimaklumi atau tidak aku tertidur selama ini. 

haruuhh ,1 hari aku bolos kuliah. Padahal aku berjanji takan bolos apapun alasannya. baru saja aku menggelar sejadah, ada seseorang yang mengetuk jendelaku. Selarut ini? siapa? si Hiruma tak mungkin berani datang Larut Malam seperti ini.

"Oe, siapa?"
Tak ada jawaban, mungkin aku harus lihat siapa. Orang iseng atau mungkin hantu? ah tak mungkin hantu berani mengetuk jendelaku. terakhir kali aku mengusir hantu yang menjadi penghuni WC Fakultas TI di kampusku, mana mungkin dia datang untuk balas dendam. Hmm

"sraaaak" Aku buka jendela kamar
"apaaaa?"
tersentak kaget aku sampai terdorong  dan melompat ke belakang sejauh 3 meter ...
"tak mungkin, apa yang terjadi dengan kotaku sehari kemarin?"

"tak mungkin membangun tower yang nampak seperti tokyo tower dalam sehari?"

Aku berjalan keluar jendela. Ini bahkan bukan tokyo, bukan bandung, Kota yang sangat futuristik. Setiap gedung, jalan, mobil bahkan apapun, terselubuhng garis merah menyala. Seperti dunia tron dengan gaya kamen rider faiz. Tunggu!

"kota ini, yang aku tulis dan bahkan aku gambar dalam sci-fi story ku. Dnegan jelas detail kota yang aku gambar sangat mirip dengan kota yang aku lihat. Aku berlari dan menyalakan PC Compaq b6150 yang kemarin aku hybernate. Menunggu booting 10 detik ini serasa lama bagiku, aku ingin segera melihat gambar kota yang ada di cerita sci-fi ku dan 

"enter" kubuka gambarnya dengan picasa image viewer. Taraaaa "My perfect town's real"
Aku segera berlari keluar kamar kost tanpa ganti pakaian, masih pakaian tidur yang sudah 1 hari kupakai, Lusuh, bau asem dan bau laki laki.. --a

"crek" aku buka pintu kamar kost dan.. "taraa" aku bukan lagi berada di kamar kost yang hanya memiliki 1 lantai.Tapi aku berada di sebuah puncak gedung 55 lantai. Aku lupa bahwa aku uga  menulis bahwa rumahku diatas gedung itu. Apa ini masih di alam mimpi? Tidak ini nyata!  terlalu nyata untuk sebuah mimpi"

"sring"
Sebuah jalan muncul di tepi gedung dan menhampiriku. Nampak seperti railway yang ada di kamen rider Den-O. Seperti yang aku tulis di cerita. Sebuah mobil BMW COncept m8 berhenti didepanku, seseorang keluar dari mobil dan datang kearahku. Dia memakai jas hitam ala Crows Zero dan berlutut dihadapanku. Wajahnya aku ingat, dia kirishima, anak kelas 1 di Crows Zero yang juga kutulis di cerita itu.  

"kami, okaerinasai"

"nani???????????????????????"
TBC