Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Minggu, 22 Mei 2011

Mesin Pembungkam Pers


Reporters Sans Frontiers, atau organisasi Jurnalis Tanpa Batas, beberapa waktu yang lalu mempublikasikan artikel yang menganalisa kebebasan pers di tahun 2010. Dalam artikel berjudul “World Press Freedom Day,” RSF menyebutkan bahwa tahun 2010 terdapat 38 negara yang masuk dalam kategori “press predators.” Berikut adalah sedikit terjemahan dari analisa tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2011, peristiwa-peristiwa tragis terjadi di Afrika Utara dan Timur Tengah, yaitu jatuhnya rezim pembungkam pers. Dimulai dengan Presiden Zine el-Abidine Ben Ali dari Tunisia yang jatuh pada 14 Januari. Jatuhnya Presiden Ben Ali menyebabkan Tunisia memiliki kemampuan untuk membangun demokrasi.
Kejatuhan juga dialami Ali Abdallah Saleh dari Yaman, yang mengadakan sweeping terhadap pemrotes. Dan juga Bashar al-Assad dari Syria yang meneror aksi demokrasi warganya. Kemudian mengancam Muamar Gadafi, sang pemimpin revolusi, yang juga memimpin gerakan pembungkaman terhadap rakyatnya. Di Bahrin, pemrotes menyerang Raja Ben Aissa Al-Khalifa, yang juga bertanggung jawab atas kematian empat aktifis, termasuk pendiri koran oposisi. (Meski Raja Ben Aissa bisa bertahan, namun ia kehilangan kesempatan menyelenggarakan seri pembuka F1. Padahal Bahrain telah menginvestasikan jutaan dollar dalam bisnis ini – pen.)
Telah terbukti dalam banyak kasus bahwa kebebasan berekspresi merupakan salah satu tenaga pendorong perubahan rejim. Di saat yang sama, kebebasan berekspresi juga menjadi salah satu pencapaian dalam masa penjungkalan rejim. Di Arab, perubahan rejim dilakukan karena terjadinya pembatasan terhadap jurnalis luar negeri, penangkapan, deportasi, penolakan akses, intimidasi dan kekerasan. Pembunuhan terhadap pekerja media tidak menghalangi mereka untuk tetap berjuang di empat negara – Syria, Libia, Bahrain dan Yaman.
Mohamed Al-Nabous di tembak oleh sniper pemerintah di Benghazi pada 19 Maret, dan dua jurnalis menjadi target kekuatan berkuasa di Yaman pada 18 Maret. Terdapat lebih dari 30 kasus penahanan di Libia dan angka yang hampir sama untuk pendeportasian. Di Syria, Bahrain dan Yaman, kekuatan otoritas memaksa media menjauh dari lokasi bentrokan dengan demonstran. Padahal media memiliki peran penting ketika terjadi konflik. Kontrol terhadap informasi merupakan cara rejim berkuasa untuk melanggengkan kekuasaan.
Jurnalis yang melakukan tugas di lokasi bentrokan menghadapi resiko besar untuk menjadi korban. Kebutuhan untuk melaporkan dari garis terdepan juga berarti terdepan dalam menanggung resiko. Dan yang paling beresiko adalah wartawan foto. Lucas Melbrouk Dolega dari Jerman terkena granat gas air mata di Tunisia pada 17 Januari. Ia meninggal tiga hari kemudian. Tim Hetherington dari Inggris dan Chris Hendros dari Amerika Serikat meninggal terkena granat di Misrata – Libya, pada 20 April.
Di Asia, pergantian kepemimpinan tak mengubah sifat represifnya. Pergantian kepemimpinan di Burma tetap menyisakan 14 wartawan di ruang tahanan, dan di China masih ada 18 netizen yang dipenjara. Di kedua negara tersebut, predator hanya berpindah tangan dari satu rejim ke rejim berikutnya. Di China, masih ada 30 orang lainnya yang dikucilkan. Di Ajarbaijan, aktifis FB dipenjara dan reporter dari media oposisi diculik dan dipenjara. Internet diblokir.
Di Eritrea, Turkmenistan dan Korea Utara, rejim otoriter masih berkuasa. Kekejaman dan pemusatan kekuasaan menghilangkan ruang untuk kebebasan. Di Iran, pemerintah berkuasa mengadili politikus oposisi, jurnalis dan aktifis HAM. 200 wartawan dan blogger telah ditangkap sejak Juni 2009, 40 masih ditahan dan 100-an lainnya telah meninggalkan negara tersebut. Diperkirakan 3.000 jurnalis menganggur karena media tempat mereka bekerja telah ditutup.
Di Honduras, Miguel Facussé Barjum, seorang tuan
 tanah, dengan bebas mengganggu media oposisi sejak Juni 2009. Di Pakistan, 14 jurnalis meninggal dalam kurun setahun. Di Meksiko, Pakistan dan Filipina, kebebasan jurnalis terkendala oleh “kekebalan” geng kejahatan. Di Turki, persoalan yang dihadapi jurnalis tak hanya hukum yang represif, namun juga kurangnya pemahaman terhadap jurnalsime investigasi. Ahmet Sik dan Nedim Sener, keduanya jurnalis investigasi dalam kasus konspirasi Ergenekon dan fungsi kepolisian, dipenjarakan.
Di Kurdistan, Irak, kekuatan dua partai yang berkuasa melakukan kekerasan terhadap demonstran dan jurnalis. Di Vietnam, semakin banyak jurnalis dan netizen yang dituntut. Kekuatan internasional juga berdiam diri menanggapi kondisi di Ajarbaijan, Vietnam, Eritrea dan Asia Tengah (terutama Turkmenistan dan Uzbekistan).
Kami mendesak agar demokratisasi tidak disembunyikan dibalik kepentingan komersial dan geopolitik.

(Terjemahan ini didedikasikan untuk perjuangan aktifis pro demokrasi, aktifis kebebasan pers dan para jurnalis - pen)

Kenakalan Remaja, Faktor Penyebab dan Tips Menghadapinya


Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat diungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika sebuah anak kelas satu SMA di kompelks saya, ditangkap/diciduk POLISI akibat menjadi seorang bandar gele, atau yang lebih kita kenal dengan ganja.
Hal ini semua bisa terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut:
- kurangnya kasih sayang orang tua.
- kurangnya pengawasan dari orang tua.
- pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.
- peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.
- tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah.
- dasar-dasar agama yang kurang
- tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya
- kebasan yang berlebihan
- masalah yang dipendam
Dan saya dapat memberikan beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu:
- Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.
- Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.
- Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.
- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll.
- Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
- Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
- Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya.
- Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat CURHAT yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.
Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat berguna bagi anda.

Keajaiban Sholat Tahajud


Kebiasaan sholat tahajud sungguh merupakan kenikmatan bagi yang melaksanakan. Terkadang pada setiap sholat tahajud ada keajaiban bagi yang melaksanakan. Agak mustahil memang untuk diceritakan tapi kejadian ini benar-benar nyata terjadi pada saya.
Keajaiban Sholat TahajudPada suatu saya memperkenalkan teman pada seorang akhwat. Beberapa malam kemudian saya sholat tahajud dan dilanjutkan sholat subuh. Pada pagi hari saya sempat bermimpi sedang hadir di acara walimah ursy, teman dan akhwat tersebut duduk di pelaminan sebagai pasangan pengantin.
Saya sempat telpon seorang teman, "Teh, percaya nggak, aku semalam mimpi loh melihat teman kita ini duduk di pelaminan pada walimah ursy." "Ah, mana mungkin mas agus. Baru aja diperkenalkan. Mana mungkin secepat itu menikah." katanya setengah tidak percaya.
Waktupun bergulir begitu cepat. Perbincangan itu berlalu begitu saja. 6 bulan kemudian saya bersama-sama teman-teman lainnya hadir di walimah ursy persis sama dengan yang pernah saya lihat dalam mimpi, subhanallah..Maha Suci Alloh..itulah keajaiban sholat tahajud buat saya. Mungkin teman-teman juga pernah mengalami hal yang sama bertemu dengan keajaiban sholat tahajud.
---
Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jika hendak mengerjakan sholat Tahajud, harus tidur dulu.
" Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji." (QS : Al-Isro' : 79).
Wassalam, agussyafii
-- Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye Program Pendidikan "Anak-anak Insan Mulia (Amalia)" Program Pendidikan anak-anak dengan kasih sayang, silahkan kirimkan dukungan dan komentar anda di 087 8777 12 431 atau di http://agussyafii.blogspot.com

Fakta Unik: Indonesia Memiliki 8 Presiden??


Fakta Unik: Indonesia Memiliki 8 Presiden??

Selama ini kita mengenal bahwa Indonesia memiliki 6 Presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, dan sekarang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, menurut sejarah, sebenarnya Indonesia memiliki lebih dari 6 Presiden, tepatnya 8 Presiden. Tidak percaya? Coba perhatikan fakta-fakta berikut ini:
Pemerintahan Darurat RI
Pada 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan agresi militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka.
Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat. Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan agar dibentuk pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI, atau lebih dikenal dengan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia).
Padahal, saat itu Soekarno - Hatta telah mengirimkan telegram yang berbunyi, "Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra".
Sayang, telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatera Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu "demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara".
Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI "diproklamasikan" . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang. Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.
Republik Indonesia Serikat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain. Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.
Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan! Jadi, dari fakta tersebut bisa disimpulkan bahwa Indonesia memiliki 8 Presiden, bukannya 6 seperti yang kita sangka selama ini.

Wedding, ANd what next? ^_^


Youthful beautiful cake on five floors was made at the great golden wheelchairs, as in the golden chariot. Sighs and tears were mixed when the festive trumpets marked the beginning of cutting cakes as an act that represents the beginning of a life of two young people. Will their life together continue to be cute like this cake, passionate, or dull, suggested the figures that are on top of cake. What bride and groom figurines choose, so they will be! Or will she play the leading role, or will he be lezink, or will each lead their lives – from their mobile phone … Either way, this is a little joke, but every joke has a half-truth. So, be careful what you put on top of his youthful cake!
wedding and what next01 Wedding. And what next?

wedding and what next02 Wedding. And what next?

wedding and what next03 Wedding. And what next?

wedding and what next04 Wedding. And what next?

wedding and what next05 Wedding. And what next?

wedding and what next06 Wedding. And what next?

wedding and what next07 Wedding. And what next?
wedding and what next08 Wedding. And what next?
wedding and what next09 Wedding. And what next?
wedding and what next10 Wedding. And what next?

wedding and what next11 Wedding. And what next?

wedding and what next12 Wedding. And what next?
wedding and what next13 Wedding. And what next?

wedding and what next14 Wedding. And what next?

wedding and what next15 Wedding. And what next?

wedding and what next16 Wedding. And what next?