Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Senin, 21 April 2014

Cinta adalah hutang

Semakin kamu mencintai seseorang, semakin kamu merasa berhutang sesuatu yang kamu sendiri tak tahu itu. Sehingga untuk meninggalkan, kamu tak mau. Bahkan takut.

Kata dan Akta

Aku berani bertaruh bahwa ribuan bahkan jutaan kalimat sayang yang saling terucap takkan mampu mengalahkan sedetik saja bibir bertemu...

Minggu, 30 Maret 2014

Kamu

Bernafas tak pernah menjadi seberat ini, saat aku merindu namun tak mampu melakukan apapun...
Menangis tak pernah menjadi semudah ini, saat aku butuh kabarmu namun aku tak mampu untuk bertanya padamu.
Hey kamu.. Aku.. Ehmm

Senin, 17 Maret 2014

Kata Omoi

Aku mengetahui beberapa hal, seperti misalnya bahwa kita tak akan selamanya. Perasaan ini, aku, kamu, mungkin suatu hari akan hilang, perlahan.

Tapi meskipun begitu, aku ingin tetap menikmatinya, cinta, bersamamu.

Aku yakin, seperti itu, bahkan dengan sederhananya, ia membuat hati kita seperti langit biru dengan ribuan burung-burung kertas yang terbang menari dengan indah...

Sepenuhnya pada hidup ini, kebahagiaan seperti itu aku hanya ingin mencarinya satu. Satu, ia, kamu... Kamu

Maaf dan kemudian Terima kasih, aku sampaikan padamu. Untuk apapun tentang kamu yang telah memberitahukan aku bahwa hidup ini begitu Indah.

Betapa besarnya anugerah Tuhan dimana aku dapat bertemu kamu, terlebih sampai aku bisa mengagumi bidadari seperti kamu. Dan melalui kamu pula aku bisa dengan sadar meyakini apa itu cinta yang lain.

Aku selalu dan terus tertawa, meski air mata tak pernah mampu terbendung disaat rindu hadir setiap hari merajam jantungku.

Aku menikmati ribuan jarak yang terhampar diantara kita. Namun benar kan hati kita dekat?, ia dekat. Meski hatiku menatap kamu sedangkan kamu membelakangiku. Dan membuat ia terasa begitu jauh, jauh dan jauh.

Terlepas dari semua itu, aku ora opo-opo. Aku rapopo..

"Aku tak tahu perasaanku sendiri" Itu yang kamu bilang.

Jadi, kenapa tidak kita menari bersama-sama. Saling mendekatkan dada kita, hingga hatimu bisa dengan yakin mengetahui perasaaku.

Seperti menyatukan dua gelembung yang kita tiup bersama-sama, kuharap berhasil. Meskipun mereka pasti akan meledak sebelum mereka mencapai langit.

Aku ingin memberitahukanmu, tentang beberapa hal yang aku rasakan saat di dekatmu. Meskipun iya, ia tak sebanyak perasaanku saat jauh darimu.

Kamu tak dapat melihat aku seutuhnya sampai sejauh ini. Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk itu?

Kita berdua, jika kita mampu setidaknya hanya untuk saling menatap, menggenggam tangan, saling mendekap. Itu berlebihan ya? Oia, setidaknya untuk saling mendoakan. Meski dengan cinta yang selalu menggebu-gebu. Cobalah untuk tak melihat hanya sedikit lebih lama.

Biarkan bunga cinta menari-nari bersama doa yang tak akan pernah terhapus oleh apapun. Tak perlu dengan bibir kita yang saling bertemu, kita mencinta dengan tersenyum menatap Tuhan dalam lautan doa, sayang....

Minggu, 09 Maret 2014

Anita #Part1

Berat, untuk membuka mata saja  begitu berat. Entah, aku tak bisa mengingat apapun.

Aku terduduk dengan kaki selonjor sedangkan punggungku bersandar pada sebuah tembok. Hidungku mencium bau aneh, bau yang tak aku kenal, bau amis.
Bau apa ini! Tanyaku dalam hati.

Aku masih hanya bisa berfikir sembari membukakan kelopak mata. Belum bisa merasakan tangan atau kakiku bergerak. Hanya sesekali desahan nafasku yang begitu berat menghirup bau yang begitu menyesakkan paru-paru.

Slasssshh!!! Mata kiri ku terbuka. Seketika itu aku bisa merasakan tubuhku, namun dengan perasaan aneh, sial.Seluruh tubuhku terasa sakit.

"Apa yang terjadi padaku?"

Perlahan aku mencari cari tanganku yang sangat sulit untuk ku gerakan. Dengan mata yang sebelah itu aku berusaha mencari tanganku. Tapi tak ada.

Haaaaa!!!!

Aku kaget bukan main. Aku hanya bisa melihat kedua daging bahu ku bercucuran darah.
Aku hampir menyesal, menyesal kenapa sejauh ini aku berusaha membuka mataku hanya untuk melihat hal mengerikan ini.

"Aaaaaaaaaaaaakkkkk" Rasa sakit yang luar biasa menyerang syarafku. Mungkin karena aku tengah sadar, syaraf-syaraf nyeriku kembali normal.

"Siala......... Akkkk... Tuhan, kuatkan aku..." dalam kesakitan luar biasa itu aku benar-benar sadar, tak ada guna nya mengumpat.

Drap.. drap. drap...
Tetiba terdengar suara langkah kaki dari kejauhan. Sepertinya menuju ke arahku. Semakin lama, ia terdengar semakin jelas. Ia, begitupun dengan sakit yang aku rasakan, semakin lama, ia semakin menjadi.

"Sayang!!! Kamu.. " Seorang wanita berambut panjang muncul dihadapanku. Aku tak bisa melihatnya dengan jelas, darah dari kepalaku mulai membasahi mata ku. Tapi, dia memamnggilku sayang. Siapa? Apa aku punya pacar? Aku sempat berfikir dalam kesakitan itu.

"Kamu siapa? Tolong a.."

Jrepppp.." Sebuah pedang menghujam jantungku. Wanita itu membunuhku.

"Glekkk.. Akkkkk" Tenggorokanku dipenuhi darah yang berhamburan dari jantungku. Aku tak bisa lagi bernafas. Pandanganku semakin kabur.. Aku.. Aku... Mati..