Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Selasa, 04 November 2014

Aku ingin..

Aku ingin bertemu kamu..
Sejengkal demi sejengkal menjamahi wajahmu..
Menikmati manisnya senyummu..

Aku ingin bertemu kamu..
Aku rindu kamu..
Aku mau kamu..

Malam berlalu pagi aku menunggu, berharap datang waktu aku melihat kamu...
Telah lama kunanti saat-saat aku bisa kembali berkata padamu.
Bahwa aku ingin kamu..

Singkat kali perjumpaan kita.
Tak sedikitpun boleh dikatakan satu masa.
Hingga aku tak memiliki daya untuk mengingat satu.
Satu pun hal yang bisa aku simpan di dalam hati, tentang kamu.

Aku ingin bertemu kamu...

Rabu, 17 September 2014

Badai Mentari ~

Ada Updetan PM seseorang di BM, katanya siang tadi menjadi begitu panas karena efek badai matahari. Suhu bumi menjadi meingkat derastis.
Benarkah?
Banyak orang di sekitar juga berkata demikian disaat dengan satu persatu aku menanyai mereka.
Tapi mengapa tidak dengan aku?
Apa yang aku rasakan selalu sama. Ah apalah, seterik apapun sang mentari, semenyebalkan apapun kerjaan dalam sehari, selama kamu ada di sisi, hanya sejuk yang kurasa dalam hati...

Rabu, 13 Agustus 2014

Aku mulai bosan

Aku? Siapa?
Aku menyadari aku setelah mataku dengan tak sengaja menatap genangan air pada satu tanah.
Aku tak mengenali apa yang kulihat.
Apa yang kurasakan, aku bukan aku yang dulu aku harapkan.
Aku hanya begitu saja mengikuti aliran sungai kehidupan yang menyeretku enta kemana.
Kini aku berdiri di tanah asing, sendirian. Iya, meskipun banyak orang yang berlalu lalang setiap harinya di sekitarku. Aku selalu merasa sendirian.
Mungkin karena ego ku yang terlalu berlebihan terhadap seseorang.
Iya. Mungkin itu.
Kini aku adalah aku yang telah menyerah terhadap banyak hal.
Apa yang kulihat pada fikiranku, bukan apa yang kulihat dengan mataku.
Lalu siapa aku yang sekarang.
Entahlah.
Tapi yang kurasakan, semuanya mulai terasa melelahkan. Apa yang kulakukan selalu bukan apa yang ku inginkan.
Aku mulai tak mengerti apa arti dari kesenangan. Aku mulai tak peduli dengan siapapun. Bahkan diriku sendiri.
Aku mulai bosan. Aku butuh seseorang. Aku tak lagi mampu untuk hanya sendiri. Aku mulai bosan...

Minggu, 11 Mei 2014

Std

Seorang lelaki bergegas lari melewati pintu gerbang sekolah seperti kesurupan. Kemudian berhenti sejenak sebelum bertemu kerumunan, celingukan ke kesana kemari. Aku yang tengah duduk di sebuah kursi yang ada di sebelah kiri pintu satpam memandangi dia dari kejauhan. Yang aku fikirkan, dia sedang mencari seseorang, mungkin pacarnya. 

Dan pastinya, dia sedang berusaha membuat waktu menunggu pacarnya itu tak menjadi lebih lama.
Hanya beberapa detik dia berdiri, dia menyerah pada kerumunan siswa baru di hadapannya. Merogoh sesuatu dibalik saku celananya, dia mencoba menghubungi seorang melalui ponselnya.
Aku kemudian mengabaikan dia, berusaha untuk tak memperhatikan lebih lama lelaki itu.

Seseorang yang menunggu dia, sepertinya tengah dilanda kegundahan. Iya, menunggu itu selalu membosankan. Bila memang ada menunggu yang menyenangkan, tolong, aku pesan 2 bungkus, sambelnya dipisah.

"Eh sial, gw juga lagi nungguin orang. Si Roni lagi kemana ya. "
Hari itu hari senin, hari pertama test seleksi masuk SMA. SMA favorit yang mengerikan, dimana bidadari seperti Ayu Alfiyati dan homo-homo layaknyaAndhika Putra Abdi Pratama dan Rangga Syaelendra berkeliaran bersatu padu.
Satu sekolah yang mampu menyadarkanku akan satu hal.Satu hal. Dan pada hari itu, dimulailah beberapa kejadian mengenaskan yang redup terang mewarnai hidup, lebih dari merah sunset dari kedekatan lautan.

Rabu, 07 Mei 2014

Waktu itu kamu. Aku.

Pukul 22.22 tepat, mengingatkan aku pada suatu masa. Bahwa membahagiakan kamu, begitu berharga dalam waktuku.