Sunday, 15 December 2013

AKU YANG tak lagi ingin hanya MENGAGUMIMU

Membaca beberapa twit @zarryhendrik mengenai seorang pengagum yang telah sekian lama mengalami syndrome "jatuh cinta sendirian" bagi gw seperti membaca kisah gw sendiri. Apa mungkin memang dia lagi nyeritain kisah gw? Apa memang kisah ini kenyataanya merupakan kisah yang pasaran, global, umum yang seringkali dialami banyak orang.

Pada akhirnya, menjadi seseorang yang hanya bisa sampai mengagumi orang yang dia cintai (dibaca : pengagum) bukanlah sesuatu yang mengagumkan. Kau hanya tinggal menghitung jari sampai benar-benar dilupakan.


Sekalipun kau memiliki arti bagi dia, kau hanyalah sebagai pengagum belaka. Mungkin pada dia, ada sedikit rasa kehilanganmu, kehilangan pengagumnya seperti pengagum yang lain. Atau sampai ada pengagum lain yang menggantikan posisimu.


Mengagumi - menginginkan - mendapatkan. Mungkin itu adalah rangkaian dari perasaan suka. Namun tak hanya berakhir disana, setelah mendapatkan (kalo bisa) kau harus pula bisa menjaga dan mempertahankan agar apa yang telah kau perjuangkan dari awal, dari mulai mengagumi sampai meraih dia dengan berkorban banyak hal untuk mendapatkannya tak hilang dengan begitu saja.


Gw pernah baca sebuah peribahasa "Apa yang didapatkan dengan mudah, akan mudah pula untuk pergi. Begitupun sebaliknya." Gw ga setuju, karena pada nyatanya itu salah. Pernah berusaha susah-susah ngejar Ranking 1 di kelas? Dan karena 1 alasan, *malas* doank. Kau bisa kehilangannya dengan begitu mudah. Tentu saja dalam hal cinta pun demikian.


Jadi berhentilah untuk sekedar mengagumi bila kau benar mencintainya. Yakinkan dirimu dan buat dia tau bahwa kau menginginkan dia. Jangan hanya diam menunggu kepastian dari sebelah pihak. Yah seperti gw, meski itu sulit namun gw selalu nyoba berusaha jadi gw yang baru.

Gw yang gak lagi hanya cukup mengagumi, tapi juga menginginkan dan meraihnya sampai dia benar-benar ada disisi gw. Kemudian menjaga dia agar tidak keluyuran kemana-mana....

0 comment:

Post a Comment

 
×
ISUZU ELF NMR