Sabtu, 20 Oktober 2012

Dosen atau Teman???

Aku kembali mengulang pertanyaan itu saat aku menyadari kebodohan yang sudah aku lakukan beberapa detik lalu. Aku menyapa dosen sendiri dengan sapaan khas kepada teman sendiri. Memang tidak salah kalo aku menyapanya tidak di kampus. beliau hanya tersenyum manis seperti biasanya, senyum yang 2 jam lalu dia berika kepada mahasiswa-mahasiswanya termasuk aku sendiri. 

Mengapa jadi masalah? tentu ada suatu hal kenapa aku membandingkan Ibu Dosen dengan Teman sendiri. Ya wajah ibu Dosen sangat mirip dengan teman ku yang kebetulan tidak sekelas dan tidak se-Fakulas juga. 

Aku kembali duduk di kursi depan Kelas yang barusan Ibu Dosen Melewatiku, ya dia dosen Muda, umurnya baru menginjak 24. Sangat mirip dengan wajah teman ku yang berumur 4 tahun lebih muda. Dengan penasaran aku mendatangi temanku itu, ingin dengan jelas membedakan bahwa tadi yang kusapa bukan dia, walaupun kuharap bahwa memang dia yang kusapa.

Tok tok, ku ketuk pintu Kelas A Prodi KA yang berjalak 200M dari Kelasku. Dia sedang duduk di kursi depan, di shaf pertama tepat di depan Meja Dosen. Aku lihat pakaiannya, dia memakai Baju Putih dan Bawahan Rok panjang warna biru. Ya,,, tadi memang dosenku, dengan muka lemas aku kembali ke kelasku. Dan betapa kagetnya aku kembali bertemu dengan Ibu Dosen itu lagi, kuganti sapaan yang tadi dengan sapaan yang Umumnya diberikan Kepada Dosen. Dia kembali senyum seperti tadi, tetap sama, mimik dan auranya kurasakan sama. 

Yah sepertinya tidak ada yang salah dengan kejadian pertama. Dia menyenangkan, dan tentunya masih muda, bisa dibilang satu generasi denganku. Ya, jiwanya masih muda..


TBC....

0 comment:

Posting Komentar