Sunday, 8 April 2012

Lost Imagine


Jam sudah menunjukan pukul 13.31. Aku masih berada di dalam ruangan yang ku sebut kelas. Ruangan yang berukuran 2x6m itu adalah kelasku. Cukup untuk menampung sepuluh murid. aku belajar dengan muka mengantuk dan terpaksa mendengarkan guru biologiku yang sedang menjelasan materi tentang Hereditas Mendell. Bukan hanya faktor lelah karena pelajaran sebelumnya aku mengikuti tes olahraga yang cukup berat, namun faktor cuaca yang berhawa dingin mebuat aku dan beberapa teman kelasku mengantuk. terlihat sebagian dari penghuni kelas sudah mulai menguap. dan mereka benar-benar menantikan bunyi bel pelajaran berakhir.

Hari ini aku benar benar tidak bisa konsentrasi belajar. Akhir- akhir ini pun aku selalu memikirkan seseorang wanita. wanita yang tak ada di dunia ini. Bukan, hantu, bidadari atau makhluk gaib lainnya. dia adalah wanita imaginsi yang ku ciptakan sendiri.
memang terkesan konyol apabila aku jatuh cinta pada tokoh imajinasi, namun ini kenyataannya. 68% wanita imajinasiku itu nyata. aku pernah mencintai seorang teman wanita, namun dia terlalu sempurna. aku tak berani untuk lebih jauh untuk mencintainya. karna itulah aku mengukirnya dalam dunia maya,  dan kunamai dia dengan Fitri Amaya (fitri=suci, a=tidak, maya=tak nyata). selama 13 menit aku meikirkan hal itu, dan kini bel akhir pelajaran telah berbunyi. Tapi aku masih belum beranjak dari kursi, aku masih tidur tiduran di meja. rasa malasku selalu aja mengalahkan niat dan keinginan.
"Mudzaki "
Terdengar seseorang memanggilku.
aku menoleh dengan mata mengantuk dan melihat seseorang berdiri di muka pintu. dia tidak mengenakan seragam. walau tak kulihat jelas, namun dapat dipastikan bahwa dia bukan teman kelas atau sekolahku. aku tak dapat mengenali suaranya, bahkan aku tak pernah mendengar temanku memanggilku dengan nama itu. Karena nama itu adalah nama imajinku, dan tak mungkin temanku dapat mengetahuinya.
"oe ya, siapa kau".
"semuanya akan menjadi nyata, dzaki".
belum sempat ke membuka mataku dengan jelas dia sudah pergi. Aku berlari mengejarnya,namun dia sudah tak ada disana, bahkan di lingkungan kelasku sudah tak ada siapa-siapa lagi. Hanya ada berapa kucing yang berlalu lalang di taman. Mungin aku terlalu mengantuk dan tak sadar kalau teman sekelasku sudah pda pulang.

Aku meninggalkan kelas dengan muka yang masih mengantuk.
belum sampai di gerbang sekolah, aku kembali melihat sesorang yang tadi memanggilku. Dengan langkah gentar aku mendekatinya.
"Kau sekarang sudah mulai berubah ya, Mudza"
Belum sempat  ku berkata, ia sudah melontarkan kalimat yang mebuatku bingung. Aku belum pernah bertemu dengan dia, namun kata-katanya dengn mantap menjeasan bawa ia mengenalku.
Aku tak ingin menjawab kata-katanya, karena itu hanya sebuah pernyatan.
Dia melanjutkan kalimatnya yang mebuatku yakin bahwa ia memang mengenaku.
"drap"
jantungku seakan berhenti berdetak begitu aku mengamati wajahnya. dia laki laki dengan wajah dan rambut yang aneh. dia lebih nampak tokoh anime dari pada manusia. Rambutnya yang nyat tegak mencuat keatas dan berwarna biru tua. Bekas luka yang terlihat seperti lambang Kejayaan Lightning User. Wajahnya beitu simetris dengan lekukan yang rapih serta kulit yang tak ada jerawat atau luka apapun. raut wajahnya yang terkesan licik dan mesum mengingatkan ku pada sebuah figur karakter animeku. Aku lebih yakin bahwa dia bukan manusia ataupun seorang otaku.
Aku yang terlalu gugup memberanikan diri untuk bertanya walau dengan muka sedikit aneh.
"Kau siapa, kau sepertinya mengenalku"
"Ketahuilah. Ini nyata bro."
dia berlalu begiu saja. sepertinya dia tak mengiraukan pertanyaanku. dia berlalu ke arah taman dekat masjid sekolah.
Aku yang penasaran langsung mengejarnya. Namun nihil, dia menghilang seperti sebelumnya. Ini membuat bingung, apalagi melihat keadaan taman yang sudah kosong meski ini baru pukul 2 siang.

Mungkin hanya halusinasiku saja. Gumamku dalam hati.
saatku berbalik untuk melanjutkan perjalananku yang terganggu, aku terkejut karena seorang wanita yang melewatiku dan menuju taman. meski sekejap, aku dengan jelas melihat wajahnya. nampak jelas seprti adega slow motion di film laga. kembali wajahnya mebuatku binggung.
Wajah itu, seperti wajah seseorang yang ku kenal. siapa dia?. aku bertanya pada diri sendiri.
dan ktika aku berbalik menoleh mencari kemaa wanita itu pergi, aku semakin terkejut. wanita itu telah hilang, nmun tergntikan dengan seseorang wanita tak berjilbab dengan rambut hitam yang sedang duduk di kursi taman.
Aku berani sumpah kalau wantia yang melewatiku memakai jilbab, hanya saja pakian keduanya hampir sama gaun putih.
aku yang semakin bingun memutuskan untuk bertanya kepada wanita itu. tak ada lagi manusia selain kami disana. Aku mungkin bisa saja mengatakan ini sebagai mimpi, naun disana terlalu nyata. setting tempatnya begitu sama dengan sekolahku. sehinggaaku tak berani mengklaim bahwa ini hanya mimpi.

aku duduk tept disampingnya. kursi taman disana di desain dengan suasana romantis. kursi panjangnya hanya berkasitas 3orang dan sangat nyaman apabila dipakai oleh lelaki dan wanita yang sedang berpacaran. namun keadaan kali ini sangat kontra, aku sedag dilanda ketakutan yang hampir membuatku stress.
dengan suara berat aku berusaha bertanya kepadanya. naun belum sempat aku mengucapkan sebuah kata pun. dia sudah melontarkan pertanyaan yang memecah keheningan saat itu.
"apakah kau sudah bertemu dengan amaya?"
"Apa? amaya?. mm aku tidak terlalu mengenanya secara fisik. jadi au tak tau amaya itu seperti apa orangnya"
"padahal kau yang menjadikan ia imajinasimu. bisa dikatakan kau yang menciptajannya degan fikiranmu, lalu kenapa kau tak tau dia?"
aku seperti mati kutu. aku seperti bidak catur yang tak dapat kemana-man lagi. pertanyaannya benara-benar tak bisa kujawab. Aku hanya memikirkan imajinasiku yang sesaat, dan jarang sekali untuk mencari tau lebih jauh tentang apa yang kufikirkan. aku kini mencari beberapa alasan untuk menghilangkan kebingunganku. tapi ini jalan buntu, aku masih tak bisa berfikir jernih dengan apa yang erjadi pada hari ini. dia menoleh kepadaku.
aku masih takut apabila di bertanya tentang imjinasiku lagi. tapi, dia tersenyum dengan senyum khas seseorang yang aku kenal. seyum itu serng kulihat ketika aku...
"fitri?" belum selesai ku berfikir, lidahku sudah mengucapka nama itu.
di kembali tersenyum, dan semakin lebar. dia msih menatapku dengan tatapan yang khas. Aku yakin bahwa senyuman itu bermakna bahwa jawabanku benar.
"Salah, Aku Amaya, Amaya Dozaki"
"Apa? mungkinkah semua ini trjadi?. lelaki tadi, rambut biru tua dengn jaket biru tua. ah aku ingat, hafidz, Yanagi hafidzaki Kakanya fitri.Ah ku senang sekali hari ini datang amaya!. Lalu gadis berjilbab tadi apakah fitri?".
"ya, aku fitri"
seseorang dibelakangku berkata dengan nada halus. aku benar benar tak sabar untuk melihat wajahnya. wajah seseorang yang selama ini selalu ada di benak imajinasiku. Fitri, Fitrizaki Yanagi.
sama seperti sebelumnya, seprti adegan slow motion. aku menoleh kebelakang,
"trok trk trok".
aku tiba tiba langsung berada di kelas, Aku seperti bar tidur. mataku masih rapat. kudengar orang dari pintu menyurhku untuk segera pulang. Dan kulihat jam sudah menunjukan pukul 15.51.


_Belum diedit lagi, maklum bila aneh_

0 comment:

Post a Comment

 
×
ISUZU ELF NMR