Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Minggu, 03 April 2016

Takut, takut..

Di pendapa yang cukup luas itu pertama kali kita bertemu, kau berdiri di tepian danau dengan eloknya bersama seorang temanmu. Saat itu aku memperhatikanmu dari arah samping, aku sengaja, aku ingin mengatahui sesuatu.
Rambut hitamu terurai panjang, kau terlihat begitu menawan dengan baju merah itu, seperti bibir merahmu. TInggimu tepat se'pundakku, dan sepertinya tepat bila berdiri disampingku. Walau belum cukup lama aku menatap wajahmu, ku bisa simpulkan kau begitu manis, cantik.
Lebih dari 5 menit aku menatapmu dari dalam pandapa, hanya duduk disana dan memperhatikanmu. Aku ingin menemukan titik jenuh melihatmu, sayangnya hingga 10 menit berlalu, kau tetaplah menarik.
2 menit setelah itu kau pun berlalu, turun ke danau dan bermain dengan perahu kayuh bersama teman wanitamu. Aku masih belum kehilangan tatapanku, masih melihatmu dari kejauhan sampai ekor mataku benar-benar kehilanganmu.
Akupun pergi, beranjak dari sana dan menuju ke bukit. Disana ada mushola yang cukup besar. Aku sejenak beristirahat bersama temanku, sedikit melepas penat bersama kau di fikiranku.
Tetiba mataku menangkap bayangan dari arah samping mushola. Cukup terkaget, disana aku kembali melihatmu. Tepatnya kita kembali bertemu, aku lihat matamu sedikit menatap ke arahku, aku juga lihat senyuman manismu yang kian melebar, manis. Disana, disana kedua kalinya kita bertemu hingga kau kembali berlalu.
Aku hanya bisa tersenyum bodoh, kenapa tak ku datangi dia, tanya siapa namanya. Ah sudahlah
Kembali tiduran di tepi mushola, menatap langit yang begitu indah, biru muda, cerah seperti wajahnya, teduh saat menatapnya.
20 Menit berlalu, aku segera bangit dari pembaringan.
"Ui Uplod Foto dulu, enaknya dimana?"
Tanyaku pada seorang teman yang sedari tadi menemaniku
"Noh dibawah aja, pinggir danau kayaknya enak, sambil makan"
Jawab dia dengan santai.
"yaudah, buruan kesana, udah mulai gerimis"
Akupun bergegas kebawah
Sampai di tengah jembatan, gerimis mulai turun.
Aku tak segera lari seperti orang-orang di sekitar, menikmati dinginnya guyuran hujan sambil sesekali bercanda.
"Woy, kalo misalnya sampe ketemu lagi buat yang ke 3 kalinya, gw mau nyapa ah, harus!"
"Kalo berani, sok aja"
Baru saja tiba di tempat makan, hujanpun turun dengan kian derasnya...
Aku segera turun ke lantai 1 dan baru saja melewati tangga, aku melihat dua makhluk yang sepertinya ku kenal di meja no 1, kursi paling dekat dengan tangga.
Dia, dia yang tadi. Aku hampir melangkahkan kaki untuk kembali keatas, namun naluriku sebagai lelaki membutaku tetap berjalan ke kursi paling ujung, paling jauh dari meja no 1.
Aku duduk disana, sangat jauh dari dia. Aku hanya mengingat-ngingat kata-kataku beberapa menit yang lalu, aku bertemu kembali dengannya untuk ketiga kalinya, dan aku harus menyapanya, tapi kenapa sekarang aku tak berani. bahkan seperti malu-malu berada disana, aku takut bila menyapanya, kenapa? kenapa harus takut?
Kau harus tau, aku sedang menyukai seorang teman di sekolahku. Sangat jauh disana, hamun sampai disini sekalipun aku masih tetap mengingatnya. lalu apa hubungannya? Nah bagaimana jika kedua orang tersebut kenal dengan dia? Dan jika aku menyapa mereka dan berkenalan dan lebih dari itu, atau hanya sekedar kenal dan ternyata mereka kenal dengan temanku itu, banyak hal bisa terjadi kan? Aku hanya takut, sedikit takut.
Tapi, aku harus memegang kata-kataku sendiri. Tapi, tapi...

Kamis, 31 Maret 2016

NYERItain mantan Part 11

Akhirnya kembali lanjutin ini post. Padahal udah ngga apal nama-nama mantan. 

Pernah ada satu quote di anime yang berbunyi seperti ini :
"Jangan patahkan hatiku, aku hanya punya satu. Patahkan saja hati mantan-mantan pacarku, mereka ada 206. " - Hachiman
Keroro commented : lu kira tulang ada 206..
Hachiman commented : Eh, bukan 206. Baru aja nambah 1.
Oke, kali ini giliran Tiara, sebut saja Tiara. Mantan terindah di tahun 2014. Jadian sekitar pertengahan musim kucing kawin. Ngarepnya musim salju atau musim semi gitu. Berawal dari pertemuan tak terduga, iya, kita bertemu di stasiun saat hujan begitu deras mengguyur kota Bekasi. Saat itu gw sedang akrab dipanggil 'cimudz' sama anak-anak kampus.

Jam dinding stasiun Bekasi menunjukkan pukul 16.44, matahari mulai turun dari singgasananya, beruntung atau tidak, sore itu mentari berniat untuk showeran sebelum tenggelam. Well, guyuran demi guyuran hujan mulai membanjiri jalanan depan stasiun. Gw yang ketika itu mengendarai sepeda motor tanpa berbekal mantel hujan, meneduhkan diri di ruang tunggu stasiun yang kala itu ngga rame-rame banget. Hanya aku kau dan kenanganku, *backsound second civil*.. Aihhhh #Digamprat

Dari tiga deretan kursi disana. Ya ampun, gw salah sebut. Bukan stasiun pemirsah, tapi halte bus. Ketuker sodara-sodara.. Oke lanjut..

Dari tiga deretan kursi halte disana, hanya ada aku dan seorang gadis manis yang menenteng kantong plastik (known as keresek) indomaret yang sekarang harganya 200,-an. Nampak dari seragamnya dia adalah SPG Djarum Super Anak SMA Kelas 3. Well, seragam putihnya udah agak kusem dan sudah waktunya dimusiumkan, jadi kayaknya kelas 3.

Hujan yang begitu deras dan HP yang lowbat memaksaku untuk memecah kebosanan. Dan salah satu pilihan yang tersedia adalah mengajak gadis tersebut berbincang-bincang. 

"Ehm.. Dek... " Le Me berusaha menyapa hangat...

"Eh. aku??? " Dia menjawab dengan segera, kayaknya dari tadi emang nunggu di sapa apa gimana gitu. Bajunya udah mulai basah soalnya.. 

"Iya.. Pulang kemana kah? Kayaknya ujannya agak lamaan. " Balasku singkat..

"Kaka punya pacar?" balasanya dengan jawaban yang  sambil matanya memandang tajam bola mataku..

"Hah?" Aku terkaget dengan pertanyaannya. Dan sekejap menerka-nerka arah tujuan pembicaraan ini nantinya...

"Kok diem?" Tambahnya..

'Bentar, Bentar.. Ini lagi mikir jawabannya..' jawabku dalam hati... 

"Kaka mau jadi pacar aku?" Celetuknya lagi dan lagi..

"Kamu baru keluar dari rumah sakit jiwa man dek.. haduuh.." timpalku dengan nada kalem. weii jual mahal dikit lah, jangan asal nyamber..

"Yaudah kalo ngga mau..." seru gadis itu sambil manyun-manyun..

'Mampus gw.. kalo aja bilang iya.. kan lumayan punya pacar.. lagi..' kembali hanya dalam hati..

"Hemmm.. Coba cerita deh, kaka dengerin.." Aku merubah tempat dudukku menjadi lebih dekat dengan dia.. hingga hanya tersisa jarak 1 bilah rambut ketiak saja..

Dan saat itu dia bercerita banyak hal. Pertemuan kami mungkin bukan saja kebetulan. Jadi, tepat siang ini dia diputusin sama pacarnya, karena masalah yang begitu sepele. Iya, beda cara makan beng-beng doang. 'Aduuuh ABG' fikirku...

Kemudian kami saling bertukar nomor telepon, kami semakin akrab dan menjadi lebih dari sekedar teman. Iya, lebih dari teman. Apa? Adek kaka-an.

Bukan salah dia sih, gw yang minta dia jadi sekedar adek. As always, iam the man who can't move. Susah di apa-apain. Jadi, dia statusnya mantan gebetan. Sayangnya, sejak pertengahan 2015 silam, gw lost contact sama dia. Mungkin dia sedang kuliah di jurusan Matematika yang entah dimana. Berharap suatu saat bisa ketemu lagi. Ya kalo memang jodoh, bisa bertemu di pelaminan. Tapi sayangnya gw ragu, karena sampai saat ini masih ngga bisa Move-On.

Dan apabila dengan keajaiban, kamu membaca tulisan ini, Tiara. Aku meminta maaf tentang apa yang aku tak aku lakukan di rumahmu waktu itu, dikala orang tuamu sedang keluar kota.


Salam,

Kakanda...


 

Minggu, 07 Februari 2016

Boku Dake ga Inai Machi - Anime

Boku Dake Ga Inai Machi. Yups, animenya tayang di winter 2016. Sejauh ini sudah jalan 5 episode dan bener-bener petjah banget. Rekomended banget buat kalian yang sebelumnya suka Zetsuen no Tempest, Kimi no Iru Machi. Loh? beda genre kan itu? Memang Inai Machi ini perpaduan yang menurut gw dapet banget di kategori Romance sama Supernaturalnya.

Singkat cerita, si tokoh utama ini (Fujinuma Satoru) memiliki kemampuan kembali ke waktu-waktu tertentu, bisanya hanya beberapa menit sebelum terjadi hal-hal yang buruk. Namun, tetiba (di eps 3) dia kembali ke masa dimana dia masih berusia 10 tahun. Tepat ketika teman masa kecilnya, Hanazuki Kayo meninggal secara misterius.

Jujur, bumbu romancenya Kayo ini bener-bener ngena banget. Sekisah seperti kisah cinta bocah SD. Tapi maknanya mendalem, di sisi lain Satoru berniat menyelamatkan Kayo. Disisi lain, entah, kepeduliannya brbuah jadi cinta apa ngga. Gw sih ngga baca manganya biar penasaran aja. Cuman emang, banyak banget spoiler yang berlalu-lalang.
Masuk ke cerita, Kayo ini hidup dengan derita karena disiksa sama ibunya.Tepat sebelum ulang-tahunnya yang ke 10, dia dinyatakan meninggal karena korban penculikan. Terlepas sampe di episode 5 belum ketemu pelakunya. Dan sepertinya akan ketauan di eps 6, karena sepertinya si pelaku yang masih hidup sampe18 tahun ke depan, kembali menjadi pelaku pembunuhan ibu Satoru.

Yah, susah nyeritainnya. Mungkin di postingan setelah ini akan kembali dibahas. Masih banyak spoiler, sialan. 

Boleh tanya di komen buat spoilernya.. Thanks...

Sabtu, 24 Oktober 2015

The Oral Cigarettes - Kantan'nakoto Romaji Lyrics

Jarang-jarang ngepost lirik lagu. Cuman karena enak banget plus liriknya belum nongol di minilyrics.. Post aja.. Yang suka lagunya mungkin bisa komen...Haha


Kantan'nakoto 




do ̄ dai? Achira kochira ni uma reta tansaibō ningen no okoshita 
sōdaina jinrui hametsu e no i-po imadani kidzuke tenaiga 
do ̄ dai? 
Mazuwa era-sō ni kyūshutsu sengen shite miyou kashira? 
Do ̄ dai? 
Do ̄ dai? 
Do ̄ dai? 
Do ̄ dai? 
Do ̄ dai? 
`U zatta i.' 

Migite agerunara sono-te ni sekinin ga yadoru to omoe 
ryōte agerunara utsumuite zettai fukujū kakugo wa aru ka? 
Do ̄ dai? Kore ga shinu mae ni inochi o kou ningen no sugata ka? 
Do ̄ dai?
Do ̄ dai? 
Do ̄ dai? Ittai dō natchatta nda? 

A~a, son'na kantan ni iu na 
ushinau koto ni miren o tarashite 
a~a, son'na kantan ni iu na 
ima-me no mae wa jisatsu no shigan-sha 
a~a, son'na kantan ni iu na 
are mo kore motte totchirakashite 
a~a, son'na kantan ni iu na a~a~a~a~a~aw 

do ̄ dai? 
Jibun igai no ningen botan itsu de kesetara natte 
yōdai wa ima dōdesu ka? 
Anmari yoroshiku miemasenga so ̄ ka! 
Mazuwa era-sō ni mite minu furi shita aitsu o norou kado ̄ dai? 
Do ̄ dai? 
Do ̄ dai? 
Ittai dō natte shimatta 

a~a, son'na kantan ni iu na
mawari ni kidzuka renai yō ni shite 
a~a, son'na kantan ni iu na 
zujō ni mētā wakka o mae ni 
a~a, son'na kantan ni iu na 
ite mo tatte mo i rarenaku natte 
a~a, son'na kantan ni iu na .. son'na kantan ni iu na ..

sō ima mo mata kanjiru no mada 
hikari ga sukoshi miete kitatte 
me o tsubutte omoidasu no wa 
hitori mo inai hitori mo naikara sa 

shinitai kietai kawaritai kaeritai nakitai u zatta i tasukete tasukete tasukete tasukete

a~a, son'na kantan ni iu na
ushinau koto ni miren o tarashite 
a~a, son'na kantan ni iu na
ima-me no mae wa jisatsu no shigan-sha 
a~a, son'na kantan ni iu na 
are mo kore motte totchirakashite 
a~a, son'na kantan ni iu na .. son'na kantan ni iu na ..

a~a, son'na kantan ni iu na 
tattaratattattaratta 
a~a, son'na kantan ni iu na
moshimo mata umarekawareru to shite 
a~a, son'na kantan ni iu na 
shiranai tarinai dō demo ī ya 
a~a, son'na kantan ni iu na .. son'na kantan ni iu na..

Jumat, 23 Oktober 2015

NYERItain mantan #Part 8

Hanya berselang satu hari dari jadwal release cerita ke 5, kali ini aku berniat memposting cerita lagi. Namun bukan cerita ke-6, tapi loncat ke cerita ke-8 bercerita tentang seseorang yang semalam baru saja kupaksa hadir dalam mimpi. Mungkin akan ada getir jika aku melewati 2 kisah penting yang terjadi di hidupku. Tapi mungkin tak apa, pasti ada waktu di suatu hari nanti aku bisa bercerita tentang semua wanita yang namanya pernah aku ukir di dinding hati. 

Kisah ini berkisar sekitar tiga bulan setelah aku dan Gina berpisah. Tentu sebelum itu terjadi, aku terlebih dahulu terjerumus pada kisah melankolis dengan Mantan ke 6 dan 7. Hanya saja karena berlangsung tak lama mungkin akan terdengar teramat membosankan bila keduanya aku ceritakan sekarang. 'The 8' ini bercerita tentang anak game, namanya Annisa. Panggilannya si pesek. Dia tinggal di Samarinda, Kalimantan timur. Usianya lebih muda dariku sehingga dia memanggilku 'kaka'.

Musim semi di awal Desember

Angin sore di sebuah sabtu saat itu berhembus cukup kencang. Debu dan daun dengan asyik terbang kesana kemari seolah mereka sedang bermain kejar-kejaran. Seekor kucing tertunduk lesu di pinggiran post satpam yang kufikir dia sedang menunggu seseorang. Sedang aku duduk di samping si Kucing melakukan hal yang sama.

Waktu menunjukkan pukul 16.22. Hampir setengah jam berlalu setelah bel pulang sekolah dibunyikan. Dan aku masih menambah hitungan waktu yang bisa ku sia-siakan untuk menunggu seseorang. Seseorang yang tak yakin kepada siapa hatinya berlabuh. Tentunya disana, aku sedang menjadi salah satu dermaga yang berharap menjadi tempatnya mengikatkan jangkar. Dia Annisa. Si Pesek.

AH udahlah, lu pasti udah nebak kalo gw bakal jadi korban PHP. Jadi males gw lanjutin ini cerita -_-
Gw skip kalo gitu ke part 11... See u there..