Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Kamis, 18 Oktober 2012

Ao no Exorcist


Plot Summary: Humans live in the world of Assiah, demons in Gehenna. The two dimensions are not meant to interfere with each other, but demons still possess creatures in Assiah in spite of this. The humans who can fight these demons are known as exorcists. Rin Okumura is a boy who bears the curse of being Satan's illegitimate son. His foster father sacrificed himself to save him from demons. To avenge his foster father's death as well as to prove himself, Rin decides to follow the path of an exorcist.



Ao no Exorcist Episodes:

Kamis, 27 September 2012

Konfigurasi Input pada PLC | Wiring PLC


Sebelum melakukan pemrograman PLC, baik itu pada PLC OMRON dengan Syswin atau PLC Wagodengan CodeSys, ada satu hal penting yang harus dikuasai yaitu wiring PLC dalam hal ini konfigurasi Input pada PLC. Dalam PLC yang berukuran kecil biasanya input sudah terinclude dalam modul PLC, artinya dalam PLC tersebut sudah terdapat CPU, power supply, I/O, dll dan biasanya PLC seperti ini jumlah I/O nya tidak dapat ditambah lagi. Untuk
PLC yang berukuran lebih besar biasanya I?O nya terpisah, artinya CPU nya terpisah, modul I/O nya terpisah serta power supply nya jua terpisah, keuntungan PLC seperti ini kita dapat menambah jumlah I/O sesuai dengan kebutuhan.

Dalam pembahasan kali ini, wiring PLC yang akan dibahas lebih khusus pada tipe yan kedua. Daftar di bawah ini menunjukkan range tegangan untuk input yang paling umum dipakai:

-12-24 VDC
-100-120 Vac
-10-60 VDC
-12-24 Vac / dc
-5 VDC (TTL)
-200-240 Vac
-48 VDC
-24 Vac

Modul I/O umumnya tidak memiliki power supply internal artinya kita membuatuhkan power supply eksternal untuk mengaktifkan I/O tersebut.
Tegangan untuk input dan sensor. Contoh pada gambar dibawah ini menunjukkan bagaimana untuk menghubungkan masukan AC input

Konfigurasi Input pada PLC | Wiring PLC


Pada contoh pada gambar diatas ada dua masukan, satu adalah tombol push button NO, dan yang kedua adalah temperatur switch, atau relay termal. Kedua switch ini terhubung dengan tegangan phasa (kalau pada tegangan DC pada terminal positifnya) dan netral (kalau pada tegangan DC berarti terminal negatifnya) dihubungkan ke COM pada PLC.

Ini berarti ketika switch terbuka tidak ada tegangan yang diteruskan ke kartu input. Jika salah satu
switch ditutup maka pada switch yang tertutup itu akan diteuskan tegangan ke input dan akan terjadi perubahan logika pada input. Gambar dibawahnya adalah bentuk ladder diagram

Catatan: ketika menggunakan dua buah power supply maka maka terminal netral (jika power supply AC) atau terminal negative (jika menggunakan power supply DC) harus dihubungkan antara keduanya lalu dihubungkan ke COM (common) pada PLC.

Konfigurasi Output pada PLC | Wiring PLC


Seperti halnya dengan modul input pada PLC biasanya modul output pada PLC juga tidak terdapat power suply internal artinya modul output PLC membuatuhkan tegangan eksternal untuk bekerja.


Ada berbagai macam tipe dari output PLC ini:

1. Tipe Relay, ini yang paling umum sering digunakan, ini merupakan jenis output yang sangat flexible, karena dapat digunakan untuk output dengan jenis tegangan AC aatupun output dengan tegangan DC ( sesuai dengan tegangan eksternal yang kita gunakan), keuntungan lainnya output jenis ini lebih awet / output jenis ini akan aus setelah bekerja hamper sejuta siklus, satu kelemahan dari tipe output PLC jenis ini ialah memerlukan waktu untuk proses perubahan logika nya yaitu 10 ms.
2. Tipe Transistor, output jenis ini biasanya terbatas pada peralatan yang menggunakan level tegangan DC saja, untuk mengendalikan peralatan dengan tegangan DC pada jenis output ini maka tidak memerlukan tegangan eksternal, contoh PLC yang menggunakan output jenis ini yaitu PLC Wago.
3. Tipe Triacs, output jenis ini biasanya terbatas pada peralatan yang menggunakan level tegangan AC saja, untuk mengendalikan peralatan dengan tegangan AC pada jenis output ini maka tidak memerlukan tegangan eksternal.

Contoh bentuk wiring pada output PLC

Konfigurasi Output pada PLC | Wiring PLC


Dalam contoh ini, output 07 yang terhubung ke salah satu sisi lampu, dan sisi lampu lainnya terhubung ke supply positif dan negative supply terhubung ke COM pada PLC. Ketika output on maka arus dapat mengalir sehingga lampu akan hidup.. Output 03 untuk relay terhubung dengan cara yang sama seperti output 07, Ketika output 03 on maka relay akan aktif, arus akan mengalir melalui kumparan relay untuk menutup kontak dan
mengalirkan tegangan 120VAC ke motor.
Bentuk dari ladder diagramnya seperti gambar dibawahnya. 

Membuat Rangkaian Lampu Merah | Rangkaian Digital Sederhana


Perbedaan antara elektronika rangkaian analog dan rangkaian elektronika digital pada dasarnya terletak pada level tegangan dimana kedua rangkaian ini bekerja, pada rangkaian elektronika analog range kerja rangkaian lebih flexible disbanding dengan rangkaian elektronika digital yang range tegangannya 0 Volt dan 5 Volt (dalam logika TTL) 0 Volt mewakili logika 0 (low) dan 5 volt mewakili logika 1 (high), tetapi pada perkembangannya rangkaian elektronika lebih mudah diolah ,missal disimpan dalam bentuk data.
Dalam tulisan kali ini, saya mencoba membuat rangkaian digital sederhana yaitu membuat rangkaian lampu merah (traffic light) dengan menggunakan IC digital sederhana, murah dan terdapat banyak dipasaran.

Berikut rangkaiannya:

Membuat Rangkaian Lampu Merah | Rangkaian Digital Sederhana


Pada gambar diatas terlihat ada sumber clock, IC flip-flop, gerbang AND dan lampu Led, disini sumber clock dapat kita dapatkan dengan menggunakan IC timer 555, dengan rangkaian asatable IC 555, lalu tipe IC flip-flop yang digunakan ialah IC 7474 yang bertipe D-FF(delay fip-flop), gerbang logika AND dapat kita dapatkan pada IC 7408, lampu merah kita susun dari lampu led biasa.

Berikut datasheet dari IC yang digunakan

Membuat Rangkaian Lampu Merah | IC7474

Rangkaian diatas dibuat dengan software proteus 7 yang dapat disimulasikan, jalankan program maka hasilnya seperti gambar dibawah ini.

Membuat Rangkaian Lampu Merah | Rangkaian Digital Sederhana

Belajar Elektronika dan Instrumentasi


Elektronika merupakan ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat. Edangkan instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks.

Lalu apa hubungan antara elektronika dan instrumentasi?, dan apa pula manfaatnya untuk kehidupan?

Kita mulai dengan memperhatikan apa – apa yang ada disekitar kita, jam digital, stopwatch, thermometer, alat permal cuaca, dan banyak alat lainnya merupakan alat instrumentasi yang operasinya berdasarkan prinsip – prinsip elektronika.

Artinya elektronika dan instrumentasi dalam skala umum merupakan sesuatu yang diperlukan dan sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari – hari.  Dengan memperlajari elektronika dan istrumentasi kita dapat melakukan inovasi – inovasi yang bertujuan untuk melakukan otomatisasi yang pada dasarnya sangat bermanfaat untuk mempermudah pekerjaan kita.
secara umum instrumentasi mempunyai 3 fungsi utama:
•    sebagai alat pengukuran
•    sebagai alat analisis, dan
•    sebagai alat kendali.

Bidang elektronika dan instrumentasi ini, tidak hanya diaplikasikan untuk industri kimia dan industri baja semata, tetapi diperlukan juga untuk pabrik mobil, pabrik gula, pabrik kertas, pabrik pemrosesan makanan, untuk instrumentasi kedokteran, dan untuk pabrik pembuatan alat-alat elektronik itu sendiri (seperti pabrik pembuatan telepon genggam, pabrik pembuatan chip/ sirkuit terpadu, pabrik pembuatan komputer, dsb). Bentuk variable fisis (fisika) dan kimia yang dipakai untuk dasar kendali dalam bidang instrumentasi ini meliputi:
•    suhu
•    tekanan
•    kecepatan aliran
•    ketinggian cairan
•    kepadatan benda dan kekentalan (viskositas) cairan di pabrik gula, misalnya
•    radiasi panas untuk suhu tinggi di pabrik baja
•    arus listrik, tegangan listrik, frekuensi
•    induktansi, kapasitansi
•    dll.

Elektronika dan Instrumentasi

Elektronika dan Instrumentasi

Elektronika dan Instrumentasi