Kau Tau?...

Kau tahu apa yang menyenangkan? Saat perempuan-perempuan berpikir aku pernah mencintai mereka. Dan tebak apa yang menyakitkan? Mencintaimu.

Hai Aku...

Hai orang yang gagal jatuh cinta, sedang apa kau? Ah, senyummu! Kukenal senyum palsu itu! Aku juga pernah melakukannya saat bersamamu.

Hanya Kamu

Aku sayang kamu sejak lama, tapi kini aku punya mata yang baru. Mata yang tertutup bagi segala keindahan perempuan yang bukan kamu.

Beda Cerita

Beda ceritanya, antara kamu sudah mengisi hati seseorang atau kamu hanya sedang membuat seseorang sibuk hingga tak sempat menengok hatinya.

Bangga Menjadi Diri Sendiri

Kamu harus bangga bahwa kamu adalah kamu. Sebab mungkin tidak mudah bagi orang lain bila menjadi kamu. :)

Selasa, 26 April 2011

Biologi_Struktur Hewan

STRUKTUR HEWAN

Tubuh hewan multiseluller pada umumnya sudah memiliki organisasi tubuh, yang terdiri atas jaringan, organ, sistem organ.
Jaringan tersusun atas beberapa sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama. Organ merupakan kumpulan berbagai jaringan (tidak selalu sama) yang bersatu membentuk suatu material struktural dan fungsional tertentu. Sistem organ adalah kelompok berbagai organ yang saling berinteraksi dan bekerja sama membentuk sebuah fungsi yang kompleks untuk kehidupan makhluk hidup.

Sel  à jaringan   à  organ  à  sistem organ  à  organisme.

A.    Jaringan 

Jaringan pembentuk organ manusia atau vertebrata terdiri dari 4 kelompok, yaitu :
1.  Jaringan Epithelium
Merupakan jaringan penutupi atau melapisi permukaan tubuh organisme, baik lapisan luar  atau lapisan dalam  (endotelium).
Fungsi :
-    absorpsi, sebagai alat penyerapan, ditemukan pada usus halus
-    sekresi, sebagai alat penghasil zat atau cairan yang bermanfaat, ditemukan pada kelenjar buntu
-    transport, sebagai alat pengangkutan, ditemukan pada pembuluh darah dan tubula ginjal
-    ekskresi, sebagai alat pembuangan sisa metabolisame à ditemukan pada kelenjar keringat
-    proteksi, sebagai alat perlindungan, ditemukan pada kulit
-    sensori, sebagai alat penerima rangsang, ditemukan pada alat indera 
Berdasarkan fungsinya epitelium dibedakan menjadi 3, yaitu epitelium proteksi, epitelium kelenjar dan epitelium sensori.
Kelenjar ada 2 macam, yauti :
a.   kelenjar eksokrin : kelenjar yang hasil sekresinya dialirkan melalui saluran. Misal kelenjar keringat dan kelenjar minyak.
b.  kelenjar endokrin : kelenjar yang hasil sekresinya tidak dialirkan melalui saluran tetapi langsung ke dalam darah. Misal kelenjar hipofisis, adrenal dan hormon
Bedasarkan bentuk dan susunan sel, epitelium dibedakan :
-    Epitelium pipih selapis : terdiri atas satu lapis sel berbetuk pipih. Pada peritoneum, pembuluh darah, pembeluh limphe, alveolus, kapsula glomereus.
-    Epitelium pipih berlapis banyak : terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluarnya berbentuk pipih. Pada epidermis, rongga mulut, oesofagus, vagina dan rongga hidung.
-    Epitelium kubus selapis :  terdiri atas satu lapis sel berbentuk kubus. Pada nefron, ovarium, lensa mata.
-    Epitelium kubus berlapis banyak : terdiri banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk kubus. Pada saluran kelenjar minyak dan keringat.
-    Epitelium silindris selapis : terdiri atas satu lapis sel berbentuk silindris. Pada lambung, usus, rahim.
-    Epitelium silindris berlapis banyak :  terdiri atas banyak lapis sel dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris. Pada uretra, faring, laring, saluran kelenjar susu, saluran kelenjar ludah.
-    Epitelium silindris berlapis banyak semu (silindris bersilia) : terdiri atas banyak lapis namun tidak terlihat dengan jelas dan lapisan terluar selnya berbentuk silindris bersilia. Pada bronkus, trakea, rongga hidung.
-    Epitelium transisional : epitel berlapis yang sel-selnya tidak dapat dapat digolongkan berdasarkan bentuknya, bila jaringannya mengembung bentuknya berubah. Pada kandung kemih, uretra.

2.  Jaringan Pengikat (ikat)
a.   Jaringan lemak (serabut longgar)
Bentuk longgar, tersusun dari sel lemak, berbentuk poligonal/bulat, dinding sel tipis, sel kaya rongga sel yang berisi tetes minyak.
Terdapat di bawah lapisan bawah kulit, sekitrar ginjal, bantalan/lapisan sendi, sumsum tulang panjang.
Fungsi untuk menyimpan lemak, cadangan makanan, bantalan, proteksi dan isolasi terhadap panas.       
b.  Jaringan pengikat longgar (gembur)
Susunan sel panjang, matriks mengandung serabut kolagen dan elastis.
Fungsi membungkus organ-organ, pembuluh darah dan syaraf.
c.   Jaringan pengikat serabut padat (liat)
Disebut jaringa ikat serabut putih karena terbuat dari kolagen yang berwarna putih, bersifat fleksibel tapi tidak elastis.
Terdapat pada fasia, ligamen, selaput urat dan tendon.
Fungsi menghubungkan berbagai organ tubuh, misal tulang dengan tulang, otot pada tulang (tendon).
d.  Jaringan tulang
- Jaringan tulang sejati (osteon)
Terdiri atas sel tulang (osteosit) yang tersimpan dalam matriks yang terdiri atas zat perekat kolagen dan endapan kalsium karbonat (CaCo3) dan kalsium fosphat (Ca3(PO4)2). Proses meningkatnya kadar kapur sehingga tulang menjadi keras disebut kalsifikasi/ osifikasi. Sel pembentuk jaringan tulang disebut osteoblast. Setiap satuan sel tulang mengelilingi pembuluh darah, limpha dan syaraf membentuk sistem havers.
Berdasarkan susunan matriks jaringan tulang dibedakan :
- jaringan tulang spon (karang), bila matriknya berongga
- jaringan tulang keras (kompak), bila matriksnya rapat atau keras
Fungsi tulang :
- penyusun rangka
- tempat melekatnya otot
- melindungi bagian tubuh yang lemah
- sebagai alat gerak pasif
- tempat pembentukan sel darah merah
- Jaringan tulang rawan (kartilago)
Terdiri atas sel tulang rawan dan matriks mengandung zat kondrin, bersifat elastis. Pada anak-anak kartilago berasal dari jaringan embrional (mesenkim), sedang pada orang dewasa berasal dari dari selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak mengandung konfroblast (pembentuk sel tulang rawan).
Ada 3 macam kartilago :
- Tulang rawan hialin (cartilago hialin), matriksnya bening atau transparan, jernih, mengkilap, kebiruan.
   Terdapat di permukaan sendi, trakea, bronkia. 
- Tulang rawan fibrosa (berserabut) atau cartilago fibrosa, matriksnya berwarna gelap dan keruh.
   Terdapat pada cakram antar ruas tulang belakang, perlekatan ligamen tertentu pada tulang dan persendian tulang pinggang.
- Tulang rawan elastis (cartilago elastin), matriksnya berwarna keruh kekuningan.
   Terdapat pada daun telinga, epiglotis, pembuluih eustachius, laring.
e.   Jaringan darah
Darah beredar dari jantung dalam pembuluh darah nadi, vena dan kapiler ke seluruh tubuh lalu kembali ke jantung.
Darah tersusun atas plasma darah (cairan darah) yang mengandung senyawa organik, senyawa anorganik, serum , air  dan sel-sel darah yang terdiri atas :
- Erytrosit (sel darah merah)
- Leucosit (sel darah putih)
- Trombosit (keping darah)
Fungsi darah :
- mengangkut  sari makanan, hormon, gas per-nafasan dan sisa metabolisme
- mencegah infeksi kuman penyakit
- menutup luka
- menjaga stabilitas suhu tubuh           
f.   Jaringan limphe (getah bening)
Adalah bagian dari darah yang keluar dari pembuluh darah.  Limphe merupakan cairan yang terbentuk dari air, glukosa, lemak dan garam. Komponen selulernya berupa limphosit dan granulosit.
Fungsi mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral dan zat lain dari jaringan ke sistem pembuluh darah.
3.  Jaringan Otot
Merupakan jaringan yang tersusun atas sel otot yang bertugas menggerakan berbagai bagian tubuh, karena memiliki kemampuan berkonteraksi. Kemampuan kontraksi disebabkan adanya protein otot yang disebut aktomiosin pada setiap miofibril.
Macam-macam otot :
a.   Otot polos
- sel polos tidak bergarin-garis
- inti sel berjumlah satu dan terletak di tengah
- kerjanya tidak dipengaruhi kesadaran (otak)
- reaksi terhadap rangsang lambat
- bentuk sel seperti kumparan
- kerja teratur, lambat dan tahan lama
- fungsi menggerakan alat-alat dalam
b.  Otot lurik/ rangka/ seran lintang
- sel berserabut dan bergaris-garis
- inti sel berjumlah banyak dan terletak di tepi
- kerjanya dipengaruhi kesadaran
- reaksi terhadap rangasang cepat
- bentuk sel silindris
- kerja tidak teratur, cepat dan tidak tahan lama
- fungsi menggerakan rangka
c.   Otot jantung
- sel berserabut, bercabang dan bergaris-garis
- inti sel berjumlah satu dan terletak di tengah
- kerja tidak  dipengaruhi kehendak kesadaran
- reaksi terhadap rangsang lambat
- bentuk sel silindris bercabang-cabang
- kerja teratur dan tahan lama
- fungsi kontraksi otot jantung
Berdasar syaraf yang mempengaruhinya, otot lurik termasuk otot sadar sehingga disebut otot volunter, sedang otot polos dan otot jantung termasuk otot tak sadar sehingga disebut otot involunter. Pada otot jantung hubungan antara cabang yang satu dengan yang lain di sebut sinsitium.
4.  Jaringan Syaraf
Jaringan berfungsi untuk mengatur dan mengkoordinasi segala aktivitas tubuh. Jaringan ini dibentuk oleh sel-sel syaraf yang disebut neuron.
Neuron dibedakan atas : 
- dendrit : penjuluran keluar dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan ke badan sel.
- badan sel : bagian sel syaraf yang mengandung inti dengan nukleolus di tangahnya. Badan sel syaraf terletak di pusat syaraf dan ganglion (kumpulan badan sel syaraf). Ganglion terletak di tempat-tempat tertentu seperti di kiri kanan sumsum tulang belakang.
 -        neurit (akson) : penjuluran panjang dari badan sel yang berfungsi membawa rangsangan dari badan sel ke neuron lain.
   Neurit memiliki selubung, yaitu :
- selubung mielin : selubung terdalam yang langsung membungkus neurit dan terdiri atas fosfolipid. Selubung ini berfungsi sebagai isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit.
- selubung neurilema (schwan) : terdiri dari sel schwan yang menghasilkan mielin. Neurilema berfungsi dalam regenerasi neurit dan dendrit yang rusak.
Antara neuron satu dengan neuron yang lain saling berhubungan. Tempat hubungannya disebut sinapsis.
Gb.



Inti           badan sel                                 selubung mielin                      nodus ranvier











Dendrit                                                                                                    akson

B.    Organ

Organ terbentuk dari beberapa jaringan yang saling bekerjasama melaksanakan fungsi tertentu, misal organ usus terdiri dari 4 jaringan, yaitu :
- jaringan epitelium  : tempat penyerapan sari makanan dan menghasilkan lendir.
- jaringan otot : menghasilkan gerakan peristaltik (meremas)
- jaringan ikat (pembuluh darah) : mengangkut sari makanan.
- jaringan syaraf : mengkoordinasi kerja jaringan epitel, jaringan otot dan jaringan ikat.
Berdasarkan letaknya organ dibedakan menjadi :
- organ luar              : tangan, kaki, hidung, mulut, telinga dll
- organ dalam          : jantung, paru-paru, ginjal, pankreas, hati

C.    Sistem Organ

Sistem organ tersusun dari beberapa organ yang bekerja sama untuk melaksanakan fungsi tubuh tertentu.
-    sistem sirkulasi (peredaran darah) : tersusun atas organ jantung, pembuluh darah, darah.
-    Sistem respirasi (pernafasan) : tersusun atas organ hidung, tenggorokan, paru-paru.
-    Sistem pencernaan : tersusun atas organ mulut, faring, ternggorokan, lambung, usus, pankreas, hati.
-    Sistem ekskresi (pengeluran) : tersusun atas organ ginjal, ureter, kantong kemih, uretra.
-    Sistem koordinasi (syaraf) : tersusun atas organ otak, syaraf, simpul syaraf.
-    Sistem otot (gerak) : tersusun atas organ tulang, otot, syaraf.
-    Sistem reproduksi (perkembangiakan) : tersusun atas organ kelamin jantan, kelamin betina.
-    Sistem endokrin : tersusun atas kelenjar buntu (tidak mempunyai saluran), pituari, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, kelenjar kelamin,
-    Sistem rangka : tersusun atas tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk dan dada, tulang bahu, tulang pinggul, tulang anggota bagian atas dan bawah.

Biologi_Struktur Tumbuhan

STRUKTUR TUMBUHAN

Jaringan tumbuhan adalah sekumpulan sel-sel tumbuhan yang mempunyai bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan meristem dan permanen.

A.  Jaringan


1.  Jaringan Meristem (jaringan muda)
Merupakan jaringan yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat embrional.
Ciri-ciri :
-      bentuk dan ukuran selnya sama
-      dinding selnya tipis
-      Selnya penuh dengan protoplasma
-      Isi sel tidak mengandung zat makanan
Jaringan meristem dibedakan menjadi 2, yaitu  :
a.    Promeristem   
Adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih berada dalam masa embrional.
b.    Meristem primer
Adalah jaringan meristem pada tumbuhan dewasa dan masih bersifat membelah diri, sehingga merupakan lanjutan dari pertumbuhan embrio.
Terdapat pada ujung akar dan ujung batang sehingga disebut meristem apikal. Aktivitasnya mengakibatkan batang dan akar tumbuh memanjang disebut pertumbuhan primer.  Ditemukan pada tumbuhan dikotil dan monokotil.
c.    Meristem sekunder
Adalah jaringan meristem yang berasal dari meristem primer yang telah mengadakan diferensiasi. Terdapat pada kambium dan kambium gabus. Aktivitasnya meng-akibatkan pertumbuhan sekunder yaitu menyebabkan batang bertambah besar. Ditemukan pada tumbuhan dikotil.
Ada 2 macam kambium :
-    Kambium vaskuler : kambium yang terdapat di dalam berkas pengangkutan (di antara phloem dan xylem).
-    Kambium intervaskuler : kambium yang terdapat di antara dua berkas pengangkutan/ di luar berkas pengangkutan.

2.  Jaringan Permanen (jaringan dewasa)
Merupakan jaringan yang telah mengalami deferensiasi dan tidak meristematis lagi (tidak tumbuh dan memperbanyak diri).
Ciri-ciri :
-    sel-selnya sudah tidak membelah
-    bentuknya tetap
-    vakoula besar
-    dinding  sel sudah mengalami penebalan
Macam-macam jaringan permanen, meliputi :
a.    Epidrmis
Adalah jaringan atau lapisan terluar yang menutupi permukaan tubuh tumbuhan, seperti akar, batang, daun dan bunga. Karena fungsinya untuk melindungi jaringan lain maka beberapa epidermis mengalami modofikasi, seperti rambut (trikoma), duri, dan muluit daun (stomata). Epidermis umumnya tertutup lapisan lilin (kutikula) pada daun dan zat gabus pada batang, kecuali lentisel yang berfungsi untuk pertukaran gas.
Ciri-ciri :
- terdiri atas satu lapis sel
- tidak berklorofil
- susunan sel rapat
- tidak ada ruang antar sel
- dinding sel sangat tipis
b.        Parenkim (jaringan dasar)
Merupakan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat kedudukan jaringan yang lain. Disebut jaringan dasar karena terbentuk dari meristem dasar yang terdapat hampir di semua tumbuhan dan mengisi jaringan tumbuhan baik pada akar, batang, daun, biji maupun buah.
Ciri-ciri :
- sel umumnya berukuran besar dan berdinding tipis
- sel hidup dan mengandung klorofil
- banyak mengandung rongga antar sel
- banyak mengandung vakuola
- letak selnya tidak rapat
Macam-macam jaringan parenkim :
- klorenkim : parenkim untuk fotosintesis, karena selnya  mengandung klorofil. Misal : parenkim palisade (jaringan pagar) dan parenkim spon (bunga karang).
- aerenkim : parenkim untuk menyimpan udara sehingga dapat digunakan untuk mengapung.
- parenkim air : parenkim untuk menyimpan air
- parenkim penimbun : parenkim untuk menyimpan cadangan bahan makanan.
- parenkim untuk transportasi
c.    Jaringan Penyokong/ penguat/ penunjang
Merupakan jaringan yang berfungsi untuk menujang agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh dan kuat.
Jaringan penunjang dibedakan menjadi  :
- kolenkim : adalah jaringan penunjang pada tumbuhan muda dan belum berkayu yang dinding sel di bagian sudut-sudutnya mengalami penebalan dan tersusun atas sel-sel yang hidup.
   Contoh : pada batang bayam
- sklerenkim : adalah laringan penguat yang dinding selnya melami penebalan dari zat kayu (lignin) sehingga bersifat lebih kuat.
   Ada 2 macam sklerenkim :
- sklereida (sel batu) : pada tempurung kelapa dan tempurung kenari
- serabut sklerenkim (serat/ fiber) : pada serat rami.               
d.    Jaringan Pengangkut
Merupakan jaringan yang berguna untuk transportasi hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun.
Jaringan pengangkut terdiri dari :
- xylem (pembuluh kayu) : sel penyusunnya berupa trakeid, trakea dan parenkim xylem. Terdapat pada bagian kayu.
   Fungsinya mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun
- phloem (pembuluh tapis) : terdiri dari sel hidup, berdinding selulosa dan dindingnya melintang. Terdapat pada bagian kulit kayu. Pada samping ploem terdapat  sel pengiring.
   Fungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tubuh tumbuhan.
Xylem dan phloem bersatu membentuk suatu ikatan pembuluh angkut, antara lain  :
a.        Ikatan pembuluh kolateral
Adalah ikatan pembuluh yang tersusun dari xylem dan phloem yang letaknya bersebelahan di dalam satu jari-jari. Xylem sebelah dalam dan phloem sebelah luar.
- kolateral terbuka : bila xylem dan phloem terdapat kambium. Misal pada batang dikotil.
- kolateral tertutup : bila xylem dan phloem tidak terdapat kambium. Misal pada batang monokotil.
b.        Ikatan pembuluh radial
Adalah ikatan pembuluh dengan phloem dan xylem yang letaknya bersebelahan, tetapi tidak berada di dalam jari-jari yang sama. Misal pada akar.
c.        Ikatan pembuluh konsentris
Adalah ikatan pembuluh yang xylem dan phloemnya berbentuk cincin silindris.
- amfikribal : letak xylem di tengah dan di kelilingi phloem
- amfivasial : letak phloem di tengah dan di kelilingi xylem
d.        Ikatan pembuluh bikolateral 
Sama dengan kolateral tetapi phloem terdapat di sisi luar dan dalam.
e.    Jaringan Gabus
Tersusun atas sel-sel gabus. Berfungsi melindungi jaringan lain yang terdapat di sebelah bawahnya agar tidak kehilangan air yang berlebihan. Pada tumbuhan dikotil jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus (felogen). Sel-sel hidup yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam disebut feloderm, sedangkan sel-sel mati yang dibentuk oleh felogen ke arah luar disebut felem.

B.  Organ Tumbuhan


Jaringan pada tumbuhan tidak berdiri sendiri-sendiri melainkan bersama jaringan lain untuk membentuk suatu organ. Organ pada tumbuhan tinggi berupa akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.

Akar
Batang                        organ pokok
Daun
Bunga
Buah                          organ khusus
Biji
Duri
Sulur                          organ tambahan
Rambut

1.    Akar (radiks)
Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar yang ditutupi tudung akar (kaliptra) di mana pada dinding sel sebelah luarnya berlendir untuk memudahkan menembus tanah.
Fungsi akar :
-      menyerap air dan zat makanan
-      memperkokoh berdirinya batang
-      menyimpan cadangan makanan
-      alat perkembangbiakan vegetatif
-      bernafas (akar nafas)
Sistem perakaran :
-      akar serabut, pada monokotil
-      akar tunggang, pada dikotil

Struktur akar :
a.        Struktur luar :
-    rambut akar, merupakan perluasan sel epidermis akar dan berfungsi memperluas daerah penye-rapan mineral dan air.
-    tudung akar (kaliptra), melindungi sel-sel meristem di ujung akar 
b.        Struktur dalam :
-    epidermis, sel berdinding tipis, tersusun rapat, tetapi mudah dilalui air. Sebagian selnya mengalami modifikasi menjadi bulu-bulu akar untuk memperluas bidang penyerapan. Dinding sel tidak dilapisi kutikula. 
-    korteks, letaknya disebelah dalam epidermis, tersusun atas beberapa lapis sel yang tidak teratur dan banyak ruang antar sel yang penting untuk pertukaran udara. 
-    endodermis, merupakan lapisan pemisah antara kortek dengan stele. Dinding selnya mengalami penebalan gabus (suberin) yang membentuk rangkaian pita yang disebut pita kaspari.
-    stele (silinder pusat), merupakan bagian terdalam dari akar yang terdiri atas jaringan :
Perisikel/ perikambium, merupakan lapisan terluar stele yang berperan dalam pembentukan cabang akar.
Berkas pengangkutan (vaskuler)
Jaringan parenkim, merupakan jaringan pengisi di antara vasis disebut empulur.   
2.    Batang (caulis)
Fungsi :
- alat transportasi zat makanan dari akar ke daun dan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh.
- alat perkembangbiakan vegetatif
- alat penyimpan bahan makanan cadangan
- tempat tumbuhnya daun, bunga dan buah
a.   Batang dikotil, tersusun atas jaringan :
     -  epidermis
     -  korteks (kulit pertama)
     -  stele (silinder pusat), terdapat :
                           - perisikel/ perikambium
                           -  berkas pengangkutan
                           -  empulur
b.  Batang monokotil, tersusun atas jaringan :
     -  epidermis
     -  korteks
     -  stele
Batas antara korteks  dengan stele tidak jelas. Setiap berkas pengangkut dilindungi oleh sarung skleremkim.
3.    Daun (folium)
Daun sesungguhnya adalah cabang atau ranting yang mengalami modifikasi. Pada tumbuhan tingkat tinggi daun merupakan tempat penting untuk fotosintesis.
Fungsi :
-  sebagai tempat fotosintesis
-  sebagai alat penguapan (evaporasi)
-  sebagai tempat menyimpan bahan makanan
-  sebagai alat perkembangbiakan vegetatif
Organ daun tersusun atas jaringan epidermis, parenkim dan berkas pengangkut.
a.    Epidermis
- Berfungsi melindungi jaringan di bawahnya
- Terdapat lapisan kutikula (lilin)
- Sebagian mengalami modifikasi menjadi sel penutup pada stomata yang berfungsi untuk pertukaran gas dan uap air
- Tidak mengandung kloroplas, kecuali pada sel penutup
b.    Parenkim
- Terdapat 2 macam parenkim, yaitu parenkim palisade (jaringan tiang) dan parenkim spons (bunga karang) yang keduanya membentuk daging daun (mesofil).
   Jaringan palisade berbentuk tiang, tersusun rapat dan biasanya terdapat pada bagian atas daun. Daun yang memiliki dua lapis jaringan palisade pada kedua permukaan disebut daun isobilateral.
   Jaringan bunga karang tersusun atas sel-sel yang tidak teratur dan terdapat rongga udara antar sel. Rongga tersebut berfungsi untuk pertukaran gas. 
- Banyak mengandung klorofil dan merupakan tempat berlangsungnya fotosintesis
c.    Berkas pengangkut
- Terdiri atas xylem dan phloem
- Terdapat pada tulang-tulang daun yang merupakan lanjutan dari ranting atau batang
- Berkas pengangkut akan berakhir pada celah kecil pada ujung atau tepi daun disebut hidatoda.
4.    Bunga (flos)
Bunga sesungguhnya adalah kuncup daun yang telah mengalami modifikasi sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai alat reproduksi yang menghasilkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Adapun bagian-bagian bunga meliputi  :
- Kelopak bunga (calyx) yang terdiri dari beberapa daun kelopak (sepal) yang berwarna hijau. Kaliks berfungsi melindungi bunga ketika masih kuncup dari kekeringan.
- Tajuk atau mahkota bunga (corolla), berfungsi menarik serangga atau hewan lain yang akan menyerbuk bunga.
- Alat kelamin jantan (androesium), terdiri dari beberapa benang sari (stamen)
- Alat kelamin betina (ginoesium), terdiri dari satu atau lebih daun buah (karpel) yang akan membentuk putik (pistil)
Bunga yang memiliki semua bagian di atas disebut bunga lengkap. Jika memiliki putik dan benang sari disebut bunga sempurna. Jika hanya memiliki putik saja disebut bunga betina dan kalau hanya memiliki benang sari saja disebut bunga jantan.

5.    Buah
Memekatnya serbuk sari di atas kepala putik disebut penyerbukan. Penyerbukan diikuti oleh pembuahan yang sesudahnya bakal buah dan biji berkembang menjadi buah.

6.    Biji (sperm)
Biji yang mengandung embrio atau lembaga berfungsi sebagai alat perkembangbiakan bagi tumbuhan.