Wanita mungil itu berteriak histeris saat aku mengejarnya. Gang sempit dan sepi itu membuat suaranya semakin jelas terdengar dan memekakan telinga. Namun aku tetap membawa kakiku berlari mengejarnya, sinta, wanita separuh baya yang menolak untuk aku cintai.
"Sinta, jangan pergi!" Sahutku dengan nada parau.
"Jauhi aku mas! jauhi aku!"
Balasnya dengan tanpa menengok ke arahku, wajahnya masih mencari ujung dari gang sempit itu.
"Kenapa Ta? Aku sayang kamu!" sahutku lagi
"Kenapa kamu ngga juga ngerti. hiks!. Mana mau aku mencintai...